Skip to main content

Pemkab Lampung Barat dan Rikolto Perkuat Komitmen Wujudkan Sistem Pangan Berkelanjutan dan Inklusif

Lampung Barat, TuntasOnline.id – Rikolto menegaskan komitmennya untuk mendukung program pemerintah dalam mewujudkan sistem pangan yang berkelanjutan dan inklusif, khususnya di sektor kopi dan kakao di Kabupaten Lampung Barat. Komitmen tersebut dituangkan dalam pelaksanaan Rencana Kerja Tahunan (RKT) 2025, yang menjadi tindak lanjut kerja sama antara Rikolto dan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

Kegiatan penyusunan RKT yang dilaksanakan secara daring itu diikuti Bupati Lampung Barat yang diwakili Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Yudha Setiawan, Kepala Bappeda yang diwakili oleh Kabid Fisik Enrik Enrico serta sejumlah kepala intansi terkait. Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menyatakan dukungan penuh terhadap program Rikolto yang selama ini telah menunjukkan kontribusi nyata bagi petani lokal.

“Alhamdulillah, kolaborasi dengan pihak mitra harus terus kita kuatkan di tengah keterbatasan anggaran kita. Komoditi unggulan seperti kopi perlu mendapat perhatian serius untuk meningkatkan perekonomian daerah. Kolaborasi seperti ini sangat kita harapkan,” ujar Kepala Bappeda Lampung Barat dalam kegiatan yang berlangsung di Sekolah Kopi Lampung Barat, Pekon Sukajaya, Kecamatan Sumber Jaya, Selasa (28/10/2025).

t

Rikolto berkomitmen membangun jembatan antara organisasi petani kecil, perusahaan, otoritas pemerintah, dan berbagai aktor sistem pangan lainnya baik di tingkat lokal maupun global. Melalui kerja sama periode 2025–2027, Rikolto menargetkan terciptanya pola produksi dan distribusi pangan yang inovatif, sehat, dan berkeadilan agar tidak ada pihak yang tertinggal dalam rantai nilai pangan.

Pelaksanaan kegiatan RKT akan berfokus pada tiga pilar utama, yakni:
1.    Produksi pangan berkelanjutan,
2.    Pasar inklusif, dan
3.    Lingkungan yang mendukung.
Selain itu, Rikolto menilai pentingnya peran generasi muda dalam keberlanjutan sistem pangan. Melalui program ini, generasi muda didorong untuk terlibat aktif dalam dunia pertanian, memanfaatkan teknologi, dan mengembangkan produk yang bernilai tambah, ramah lingkungan, serta sesuai dengan tren permintaan pangan sehat dan berkualitas.

Program kerja Rikolto di Kabupaten Lampung Barat difokuskan pada wilayah penghasil kopi dan kakao, antara lain Kecamatan Sekincau, Batu Ketulis, Pagar Dewa, Gedung Surian, Suoh, dan Bandar Negeri Suoh.

Sumber utama pendanaan program berasal dari Jacobs Douwe Egberts (JDE) Belanda dan Civilsumfund I Udvikling (CISU), dengan dukungan dana pendamping dari lembaga pendanaan lain.

Pada kesempatan yang sama, Forum Perangkat Daerah/Lintas Perangkat Daerah Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Lampung Barat menyepakati sejumlah keputusan strategis terkait Program Sekolah Kopi Masuk Pekon, di antaranya:
1.    Peningkatan produktivitas dan kualitas kopi melalui budidaya modern, pengolahan pascapanen, dan peningkatan peran generasi muda.
2.    Program Sekolah Kopi Masuk Pekon dapat dianggarkan melalui Dana Desa, sepanjang sesuai ketentuan pemerintah pusat.
3.    Pelaksanaan pelatihan dapat dimulai tahun 2025, baik oleh pekon masing-masing maupun secara kolaboratif, dengan koordinasi dari Dinas Perkebunan dan Peternakan.
4.    Hasil kesepakatan forum ini menjadi bagian dari penyusunan Rancangan Rencana Kerja Forum Daerah (RKFD) Kabupaten Lampung Barat Tahun 2026.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah konkret memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan komoditi kopi unggulan Lampung Barat yang berdaya saing, ramah lingkungan, dan berorientasi ekspor. Untuk mewujudkan komitmennya Rikolto akan membuat Denplot kebun kopi petani di Kecamatan Batuketulis dan Denplot kebun kakau di kecamatan Suoh.

t

Facebook comments

Berita Terkait

Adsense Google Auto Size