Akademisi USU Apresiasi Perjuangan Gubsu Untuk Bangun Jalan Alternatif Medan-Berastagi
Sumatera Utara,Tuntasonline.com - Menteri LHK RI Telah memberi lampu hijau(restu) terkait pembangunan jalan alternatif Medan-Berastagi melintasi kawasan hutan.
Berkaitan dengan hal tersebut, Akademisi Universitas Sumatera Utara Roy Fachraby Ginting SH M.Kn menyambut gembira dan mengapresiasi langkah dan upaya serta perjuangan perjuangan Pemprovsu melalui Gubernur Sumatera Utara Letjen Purn Edi Rahmayadi untuk merealisasikan program pembangunan jalan alternatif Medan - Berastagi dengan melintasi kawasan hutan.
"Jalur tersebut menjadi urat nadi perekonomian dan jalur hubungan sosial dan budaya yang sangat vital bagi masyarakat yang menghubungkan 11 Kabupaten dan kota di Sumut dan Provinsi Aceh dengan Kota Medan,"ujar Roy Fachraby Ginting yang merupakan Dosen dan Staff Pengajar Hukum Bisnis di Fakultas Ekonomi dan Bisnis USU ini, Selasa (2/08)
Dikatakan Roy, perjuangan Gubsu ini telah mendapatkan lampu hijau dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar dalam pertemuannya dengan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi di Gedung Manggala Wanabakti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jakarta.
"Ijin ini tentu sangat perlu sekali sebagai syarat awal untuk segera membuat program pembangunan jalan alternatif Medan - Berastagi yang melintasi kawasan hutan, ungkapnya
Menurut Roy, Persetujuan Menteri LHK Siti Nurbaya tentu sangat di perlukan untuk penggunaan kawasan hutan dalam rangka percepatan pembangunan jalan alternatif Medan - Berastagi. Selain itu, Menteri LHK juga mempercepat proses perizinan penggunaan kawasan hutan Taman Hutan Raya Bukit Barisan untuk jalan alternatif Medan - Berastagi karena dimungkinkan sesuai dengan Peraturan Perundangan yang berlaku. Saat ini permohonannya sedang diproses di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, jelasnya.
Menurut Roy, Pembangunan jalan alternatif itu sangatlah perlu segera di realisasikan, karena selama lebih kurang 10 tahun ini, jalan ini telah menjadi kendala dalam pembangunan ekonomi kerakyatan dan program pariwisata bagi rakyat dan jalan Medan - Berastagi tersebut juga selama ini sudah sangat padat dan sering macet berjam-jam bahkan pengendara sering menginap di jalan hanya karena masalah sepele seperti mobil truk yang mogok atau kecelakaan.
"Padahal, jalan itu merupakan urat nadi ekonomi yang menghubungkan 11 kabupaten dan kota di Sumut dan Provinsi Aceh dengan Kota Medan. Ujar Roy Fachraby Ginting yang juga merupakan Sekretaris Umum DPP IA-MAKA-USU ini.
Ia mengatakan bahwa pembangunan jalan alternatif Medan ke Berastagi ini akan sangat bermanfaat langsung kepada rakyat dari pembangunan jalan dan Jembatan dan sarana pendukung lainnya untuk meningkatnya kelancaran arus lalu lintas atau angkutan barang dan orang khususnya dalam menghubungkan satu daerah dengan daerah lainnya. Jadi, dengan semakin lancarnya arus lalu lintas berarti lebih mengefisiensikan waktu dan biaya dan ini tentu akan mempercepat pertumbuhan ekonomi di 11 kabupaten kota tersebut, tandasnya.
Roy menyambut gembira dan mengapresiasi perencanaan Gubsu Edy Rahmayadi yang telah mempersiapkan secara matang program pembangunan jalan alternatif itu sepanjang kurang lebih 12,67 km tersebut dan merupakan bagian dari Rencana Strategis Provinsi Sumut. Anggaran pembangunan jalur alternatif tersebut juga sudah dilokasikan dalam skema multiyears pada APBD Provinsi Sumut, katanya.
“Semoga dengan pembangunan jalan alternatif ini masyarakat Karo, Deli Serdang, Dairi, Pakpak Bharat, Simalungun Atas dan Ptovinsi Aceh bisa tertolong. Diketahui bahwa selama ini jalan Medan - Berastagi sering macat yang membuat masyarakat sangat menderita terlebih-lebih pada hari Sabtu dan Minggu. Bahkan di hari biasa pun sering macat yang dampaknya membuat masyarakat menderita," Pungkas Roy Fachraby Ginting SH M.Kn yang juga merupakan Dosen dan Staff Pengajar Ilmu Filsafat Fakultas Kedokteran Gigi USU ini.(wan/TO)
- 109 views
Facebook comments