29 Personil, BNNK Berhasil Optimalkan Program 2018
Bengkulu, TuntasOnline.Com - BNN Kota Bengkulu menggelar Press Release akhir tahun pada Jum'at (28/12). Dalam kesempatan ini, BNNK paparkan semua hal yang menyangkut perealisasian program meski hanya dengan 29 personil.
Selama tahun 2018, BNNK Bengkulu telah melakukan segala upaya Pencegahan, Pemberantasan, Rehabilitasi, Umum terkait penyalahgunaan Narkoba dengan 29 personil yang memiliki latar belakang dari Pihak Pemda, Polisi dan BNN itu sendiri.
Dalam pemaaparannya, Kepala BNNK Bengkulu Alexander Soeki menjelaskan bahwa pihaknya selama tahun 2018 telah melakukan perealisasian program BNN yang meliputi :
- Supply Reduction
- Dalam renggiat ini, BNNK Bengkulu telah mendeteksi 36 Kelurahan yang ada di Kota Bengkulu yang menjadi daerah rawan peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba,
- Selain itu BNNK telah melakukan upaya penegakan hukum terhadap 3 tersangka (FR (25), ED (36), HS (26)) dan mengamankan Shabu seberat 2,31 gram dan Ganja 21,76 gram,
2. Demand Reduction
- Dalam renggiat ini, BNNK Bengkulu telah melakukan langkah-langkah preventif melalui Program Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M),
- Selama 2018, BNNK telah melakukan 56 kegiatan advokasi dengan melibatkan 128 orang, dengan 34 instansi Pemerintah dan Swasta,
- Asistensi penguatan pembangunan wawasan akti narkoba melibatkan 52 orang dan pelaksanaan supervisi advokasi pembangunan wawasan anti narkoba di 18 Instansi Pemerintah Kota Bengkulu,
- Kegiatan Diseminasi Infomasi P4GN telah dilaksanakan sebanyak 102 kegiatan dengan yang menyasar 61.626 orang,
- Kegiatan Pemberdayaan Peran Serta Masyarakat sebanyak 20 kegiatan dengaj melibatkan 516 orang,
- BNNK Bengkulu berhasil membentuk 15 orang relawan anti narkoba/P4GN,
- BNNK juga telah melakukan Asesmen kepada 42 orang dengan rincian 8 perempuan dan 36 laki-laki dengan rentang usia 12 sampai dengan 45 tahun berbagai profesi, berdasarkan asesmen 42 klien 2 orang diantaranya dirujuk ke Balai Bido Besar Bogor, 2 orang dirujuk ke Loka Kalianda Lampung Selatan, 3 orang dirujuk ke RSJKO Bengkulu, serta 34 orang dirawat jalan di Klinik Rafflesia Care BNNK Bengkulu.
Untuk diketahui, BNNK Bengkulu sendiri berdiri sejak 25 Juli 2016 dan penjabatnya dilantik dan langsung dinaungi badan nasional pada September 2016. Berikut dana yang terserap dari APBN dari 2017-2019 :
2017 : Rp. 734,432,000,-
2018 : Rp. 1.333.338.000,-
2019 : Rp. 1.224.472.000,-
"Memang di 2019, anggaran kita menurun tapi kita tetap mengoptimal semua program yang ada terus bersinergi sebaik mungkin dalam upaya pemberantasan, pencegahan, rehabilitasi penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Kita berharap kedepan Pemerintah, swasta, BUMD, BUMN dapat mengoptimalkan peran dalam pemberantasan penyalahgunaan Narkoba" ujar Alexander. (ReTra)
- 46 views
Facebook comments