Skip to main content
Temui Demonstran Bupati Dairi Terima Tuntutan Dan Ajukan Program TORA

Temui Demonstran, Bupati Dairi Terima Tuntutan Dan Ajukan Program TORA

Dairi, Tuntasonline.com, Aksi Demonstrasi kembali dilaksanakan ke-2 kalinya oleh petani Marhaein dimana massa yang  terdiri dari warga Kecamatan Sumbul dan Kecamatan Parbuluan, kembali melakukan aksi unjuk rasa. Mereka menuntut penciutan kawasan hutan di wilayah kedua kecamatan tersebut yang sudah dikuasai berpuluh tahun agar dibebaskan,Rabu 21/4/2021 Didepan Gedung Kantor Bupati Dairi. 

Para demonstran  melalui orator dan koordinator aksi, meminta  Bupati Dairi, Dr.Eddy Kelleng Ate Berutu dan Wakil Bupati Jimmy AL Sihombing,SH, agar segera mengusulkan penciutan kawasan hutan yang sudah lama mereka kelola dan usahai
Massa tiba dan terlebih dahulu meminta maaf kepada warga yang sedang menjalani ibadah puasa karena kegiatan unjuk rasa tersebut.
Adapun lahan kawasan hutan yang didesak  agar segera diusulkan penciutan oleh Pemerintah Kabupaten Dairi diantaranya, Desa Parbuluan VI Kecamatan Parbuluan, Desa Pargambiran, Desa Perjuangan, Desa Barisan Nauli, serta Desa Sileu-leu Parsaoran masing-masing di Kecamatan Sumbul. 
Menyikapi aspirasi masyarakat  dari Kecamatan Sumbul dan Kecamatan Parbuluan, yang melakukan unjuk rasa di depan Kantor Bupati Dairi menuntut pembebasan dan lahan penciutan hutan yang sudah lama mereka kuasai, Bupati Dairi Dr.Eddy Kelleng Ate Berutu, mengaku siap mengusulkan lahan itu melalui program Tanah Objek Reformasi Agraria (TORA) dan kini prosesnya sedang berjalan.
Hal itu dikatakan pimpinan aksi, Zulkifli Lumban Gaol yang juga ketua PBHI Sumut, selaku pendamping massa petani marhaen, usai mengikuti diskusi singkat bersama Bupati Dairi di Ruang Rapat Bupati Dairi, Rabu (21/4/21)

“Hasil rapat kami tadi,Bupati mengaku bersedia mengusulkan lahan yang sudah lama dikuasai masyarakat agar ditetapkan menjadi hak masyarakat yang kini menjadi persoalan karena mau dikuasai perusahaan ke pemerintah pusat, namun temponya tidak ditetapkan sampai kapan,” ujar Zulkifli. 

Terpisah Bupati Dairi melalui Asisten II Bidang Pembangunan dan Perekonomian, S Charles Bantjin di ruang kerjanya, Rabu (21/4/21) menerangkan, usulan itu sudah disampaikan melalui matriks usulan TORA.

“Prosesnya sedang berjalan dan Pemkab Dairi sudah melakukan langkah-langkah untuk usulan dimaksud.
 Diantaranya pembentukan tim inventerisasi dan verifikasi penguasaan tanah di kawasan hutan dalam rangka pengusulan pelepasan kawasan hutan untuk sumber TORA,” ucapnya. 

“Selanjutnya, progres kerja, tindak lanjut, sosialisasi, pengumpulan data dan sudah menyurati Direktur Jeneral Planalogi Kehutanan dan Lingkungan Hidup untuk permohonan usulan yang bekerjasama dengan tim yakni, PUTR, KLH, Camat dan Pemerintahan Desa, serta penyerahan format usulan peta indikatit sudah disampaikan ke pemerintah pusat,” tambahnya.

Tampak dihadapan para demonstran Anggota Komisi 2 DPR RI, Junimart Girsang menemui massa pengunjukrasa, di depan Kantor Bupati Dairi, Di hadapan Junimart Girsang  Massa menyampaikan tuntutan penciutan kawasan hutan.

Seorang pengunjuk rasa, Candra Nadeak warga Desa Parbuluan 6 menyampaikan, kampung mereka sudah puluhan tahun didiami warga. Tetapi sekarang diklaim sebagai kawasan hutan dan sekarang menjadi kawasan konsesi PT Gruti.

"Kami ingin menuntut hak kami. Kami ingin DPR RI menyikapi keluhan masyarakat 4 Desa Parbuluan 6 Kecamatan Parbuluan, Desa Perjuangan, Sileu-Leu Parsaoran, Pargambiran Kecamatan Sumbul Dairi," katanya.

Sementara itu, Junimart Girsang mengatakan sudah mendengar keluhan masyarakat Kecamatan Sumbul dan Parbuluan. Komisi 2 DPR RI sudah bertemu dengan perwakilan masyarakat Sumbul dan Parbuluan mengenai persoalan yang dialami masyarakat.

Ia juga mengatakan akan ke kantor PT Gruti, meminta apa saja izin yang sudah dikantongi perusahaan tersebut. Bila sudah ada izin dan mempertanyakan ke Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, kenapa diberi izin, padahal kawasan hutan itu sudah seratusan tahun didiami masyarakat.

"Kasih waktu kepada kami. Kami akan menemui Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan mempertanyakan masalah yang dihadapi masyarakat," ucap Junimart. 

Dilokasi unjuk rasa kondisi aman dan tenteram dengan pengawalan ketat dari Satuan Pol PP Dairi, TNI dan Polres Dairi. (IP/TO)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size