Skip to main content
Bupati Karo Apresiasi Keberhasilan Pandia Farm

Bupati Karo Apresiasi Keberhasilan Pandia Farm

Karo,TuntasOnline.Com - Bupati Karo Terkelin Brahmana SH MH didampingi Kepala Dinas PUPR Eduward Pontianus Sinulingga dan Sekcam Barusjahe Bersama Ketaren, apresiasi atas keberhasilan Pandia Farm dalam menciptakan lapangan kerja bagi masyrakat sekitar. 

Hal ini diungkapkan Terkelin Brahmana saat meninjau gudang pencucian wortel dan Cold storage (gudang pendingin), Senen (19/4) di desa Barusjulu Kecamatan Barus Jahe, Kabupaten Karo. 

"Sungguh kreatif dan inovatif dalam memberdayakan potensi wilayah, patut kita apreisasi, terlebih dimasa pandemi begini," Ungkap Terkelin.

"Berapa ton per harinya wortel berhasil di peroleh dan siap untuk dimasukkan ke gudang pendingin, sebelum dipasarkan ke luar daerah? Karena ini juga sangat menentukan kesiapan para petani Karo dalam memenuhi kebutuhan permintaan pasar lewat Pandia Farm," Tanya Terkelin.

"Kebutuhan ini sudah pasti memiliki kajian yang mendasar sehingga Pandia Farm berani mendirikan gudang tersebut yang dampaknya memberikan ruang lapangan kerja bagi masyarakat yang membutuhkan pekerjaan, sehingga Pandia Farm dinilai mampu bersinergi dengan menjalankan program pemerintah bertujuan mengurangi pengangguran ditengah tengah masyarakat," jelasnya.

Sementara pengelola Pandia Farm, Arnis Pandia menjelaskan, awalnya pekerjaan ini digeluti sejak tahun 2015, dimana dulunya kebutuhan wortel yang dikirim keluar daerah hanya target 40 ton per Minggu.

"Namun seiring perkembangan tuntutan global pasar, mau tidak mau Pandia Farm harus berorientasi dan meningkatkan target pengiriman," terangnya.

"Kesemua itu, butuh tempat dan lokasi yang cocok dalam memenuhi kebutuhan pasar sehingga Pandia Farm membangun gedung di Desa Barusjulu dengan kapasitas memiliki luas tanah lebih kurang Satu haktar," tuturnya.

Keberadaan gudang Pandia Farm tersebut disesuaikan dengan permintaan global  pasar bahwa pengiriman wortel dalam kotak yang dipackage bertuliskan wortel Berastagi sudah meningkat menjadi 150-200 ton per Minggu untuk memenuhi kebutuhan pangsa pasar diatas mencakup wilayah Jakarta, Surabaya dan Pontianak. Imbuhnya 

Disamping itu, tutur Arnis, guna mencukupi kebutuhan target setiap Minggunya, maka diterapkan pola ikut bertani seperti petani lain menanam wortel, sebab kadang mengandalkan dari petani kita tidak mencukupi, Ungkapnya 

Cara menyiasatinya adalah dengan cara sewa lahan milik  masyrakat, lalu tanam wortel untuk melengkapi kebutuhan, sisanya dari masyarakat petani wortel.

Multimanfaat ini juga berlaku disekitar gudang Pandia Farm, lahan yang masih tersisa saya bangun tempat memelihara kambing yang jumlahnya ada 400 ekor. 

"Selain menguntungkan dari pengiriman wortel, ternak  kambing yang dipelihara juga dapat dijual, sedangkan kotorannya dapat  digunakan menjadi pupuk saat menanam wortel, jadi siklusnya multi manfaat," tandasnya.

"Disinggung, karyawan yang diperkerjakan setiap hari, yang seyogianya telah berkontribusi membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar dan membantu program pemeibafh, Arnis Pandia menyebut bahwa setiap hari karyawan (red-aron,- Bahasa Karo) yang dipekerjakan ada sekitar 200 orang tenaga kerja sudah termasuk yang mengurus ternak kambing," Sambungnya.

Ia juga mengatakan saat ini harga wortel diladang dibelinya kisaran 4500-5000 per/kg, namun dia mengaku harga dapat berubah sewaktu -waktu sesuai kondisi harga komoditi dipasar. (RT/TO)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size