Tuduhan Radikal Din Syamsudin, PDPM Dairi Angkat Bicara
Dairi, TuntasOnline.com - Terkait tuduhan radikalisme yang ditujukan kepada Prof Din Syamsuddin, Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Dairi Sumatera Utara mengatakan bahwa itu mengada-ada yang dapat memicu kemarahan oleh warga muhammadiyah dikarenakan adanya ketersinggungan.
Terkait laporan yang disampaikan oleh GAR Alumni ITB bahwa adanya sangkaan Radikalisme terhadap Prof. Din Syamsudin adalah tidak berdasar/mengada ada dan adanya dugaan motif atau tujuan tertentu yang pada akhirnya merusak tatanan ke Bhineka Tunggal Ika-an di Negara Republik Indonesia dan menimbulkan fitnah serta pencemaran nama baik terhadap Prof. Din Syamsudin.
Hal ini diucapkan oleh Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Dairi Sumatera Utara Heri Murdani Kaloko, SP di kantor Sekretariat Jl. Sidikalang-Medan Sitinjo (15/2/2021) yang di dampingi oleh Ketua Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda (KOKAM) Kabupaten Dairi Ammar Kudadiri.
Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Prof. Din Syamsuddin adalah Tokoh Muhammadiyah yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2005-2010 dan 2010-2015, yang selama ini dikenal konsen dalam mewujudkan kerukunan antar ummat beragama.
Din Syamsuddin juga aktif dan menjadi penggerak di berbagai organisasi internasional dalam rangka perdamaian dunia dan dialog antar ummat beragama yakni sebagai moderator Asian Conference of Religion for Peace (ACRP), dan co-president of World Religion for Peace (WCRP).
Prof. Din Syamsuddin juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Ketua Dewan Pertimbangan MUI, dan pernah diangkat oleh Presiden Joko Widodo sebagai Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban. Sebagai akademisi, beliau adalah satu-satunya guru besar Hubungan Internasional UIN Jakarta. Oleh karena itu, kredibilitas ataupun integritas Pak Din tidak diragukan lagi.
Ketua PDPM Kabupaten Dairi Heri Murdani Kaloko, SP menyampaikan agar pelapor/GAR Alumni ITB meminta maaf dan menarik laporan sesegera mungkin atas tindakannya tersebut karena yang dilakukan telah mencoreng nama baik Prof Din Syamsuddin sebagai tokoh bangsa yang telah teruji kredibiltasnya ataupun integritasnya selama ini dan merendahkan marwah Muhammadiyah.
"Kiranya Penegak hukum (POLRI) untuk melakukan penyelidikan terhadap tindakan yang telah dilakukan oleh Pelapor tersebut yang mengakibatkan fitnah terhadap nama baikProf. Din Syamsuddin agat tidak menimbulkan kisruhnantinya"harap Heri Murdani
Ammar Kudadiri selaku ketua KOKAM Kabupaten Dairi yang mendampingi ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Dairi mengatakan bahwa Prof Din Syamsuddin secara konsisten meneguhkan Islam dan Pancasila sebagai satu kesatuan yang utuh.
"Hal ini dapat terlihat dari gagasan beliau Negara Pancasila, Darul Ahdy wa Syahadah. Itulah komitmen keislaman, kebangsaan dan kemanusiaan," ucapnya.
Lebih lanjut, ammar kudadiri mengatakan apabila sering ada kritikan yang dilontarkan mantan pimpinan Muhammadiyah itu kepada pemerintah, hal itu bertujuan untuk memajukan Indonesia.
“Segala bentuk kritik yang dilayangkan oleh Ayahanda Din Syamsudin kepada pemerintah adalah sebagai bentuk ekspresi kecintaan kepada bangsa dan negara yang dijamin oleh Undang-Undang. Kritik yang diekspresikan bukanlah suatu tindakan radikal, hal itu biasa, dijamin UU,” ucap Ammar Kudadiri dengan tegas.
Diakhir bicara Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Dairi Heri Murdani Kaloko, SP berpesan kepada seluruh masyarakat khususnya warga Muhammadiyah yang ada di Daerah agar bisa menahan diri dan tidak terpancing emosional saat ini.
"Kita serahkan kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Pihak yang berwajib untuk menanganinya Mari Kita jaga keutuhan NKRI dengan Ke-Bhineka Tunggal Ikaan," ujarnya. (IP/TO)
- 217 views
Facebook comments