Skip to main content
Pelatihan BahasaKetua PWI : Pemilihan Kata Pada Berita Pengaruhi Kepercayaan Publik Terhadap Media

Pelatihan Bahasa, Ketua PWI : Pemilihan Kata Pada Berita Pengaruhi Kepercayaan Publik Terhadap Media

Bengkulu, Tuntasonline.com - Di era sekarang ini media sosial terus bergerak massif dan berkembang. Hal ini menjadi tantangan sekaligus juga ancaman bagi insan pers. Dalam perkembangan media sekarang ini memang sangat luar biasa. Dalam melakukan kegiatan jurnalistik tidak hanya dilakukan oleh perusahaan pers saja. Akan tetapi dilakukan juga di media-media sosial baik itu Facebook, Twitter, Instagram, maupun YouTube.

Baca Juga :  BBPJN II Medan Akan Maksimalkan Pengerjaan Jalan Kabanjahe-Simpang Ujung Aji 

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Bengkulu, Zacky Antony, SH, MH mengatakan saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penggunaan Bahasa Indonesia Bagi Insan Media Massa se-Kota Bengkulu, pada era sekarang ini media sosial terus bergerak massif dan berkembang. Hal ini menjadi tantangan sekaligus juga ancaman bagi insan pers. Kamis (16/7/2020)

"Perkembangan media sekarang ini memang sangat luar biasa. Bahkan sekarang, dalam melakukan kegiatan jurnalistik tidak hanya dilakukan oleh perusahaan pers saja. Akan tetapi dilakukan juga di media-media sosial baik itu Facebook, Twitter, Instagram, maupun YouTube," ungkapnya.

“Sekarang melakukan kegiatan jurnalistik tidak hanya yang bekerja di perusahaan pers saja. Ini tantangan sekaligus ancaman bagi perusahaan pers,” sambung Zacky.

Untuk menyikapi tantangan tersebut Zaky mengatakan, kepada kalangan jurnalis yang betul-betul bekerja di perusahaan pers maka mau tidak mau harus mengikuti perkembangan zaman. Salah satunya dengan meng-update diri, misalnya dalam menyajikan karya jurnalistik harus memenuhi keinginan dari masyarakat. 

“Kita yang memang betul-betul bekerja di perusahaan pers, harus mengikuti perkembangan zaman. Kalau kita tidak bisa menyajikan tidak sesuai dengan keinginan publik, maka kita akan tergilas,” sampainya.

Didalam pemilihan kata-kata dan tata bahasa yang tidak pas maka tentu media tersebut tidak akan dipercaya lagi oleh masyarakat. Bahkan itulah yang membedakan bahwa seorang junarlistik atau tidak.

“Bagaimana kita menghadapinya. Maka kita harus memperkuat karya-karya pers kita dan yang paling utama kita tetap mematuhi kode etik. Itulah yang membedakan kita jurnalistik atau tidak. Insya Allah bisa memegang kepercayaan masyarakat,” jelas Zacky.

Kepala Kantor Bahasa Bengkulu, Karyono, S.Pd, M.Hum mengatakan, bhawa dalam kegiatan ini sebetulnya bukan untuk menggurui atau melainkan agar seorang wartawan yang mengeluarkan karya jurnalistik dapat mengupdate diri supaya kosa kata bahasanya indonesianya menjadi lebih baku. 

Baca Juga :  Kapolres Karimun Raih Penghargaan Polisi Sahabat Anak dari Kak Seto


“Inti kegiatan bukan menggurui, tujuan mengingatkan kembali ejaan dan meng-upgrade, agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman,” pungkas Karyono. (P3)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size