Lemahnya Pengawasan, Proyek Rp 1,4 Milyar Dinkes P2KB Dikhawatirkan Asal Jadi
BATUBARA, Tuntasonline.com - Proyek Renovasi atau penambahan ruangan Mampu Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Dasar (Poned) di Puskesmas Tanjung Tiram menjadi sorotan.
Pasalnya, pekerjaan proyek tersebut dinilai lemah pengawasan. Dari pantauan tuntasonline.com tidak ditemukan satupun pihak pengawas dilokasi saat pekerjaan berlangsung.
Diketahui, proyek renovasi atau penambahan ruangan Mampu Poned Puskesmas Tanjung Tiram menghabiskan anggaran sebesar Rp. 1,437. 822. 173 yang dikerjakan oleh penyedia jasa CV. Al Fajar Prima dengan nomor kontrak : 2716/SP/PPK/DKPPKB-BB/2022 yang berlangsung selama 150 hari kalender.
Ketua Kordinator Pers Informasi Negara (PIN-RI) Batu bara M. Hamdani menyayangkan lemahnya pengawasan dalam pengerjaan proyek tersebut.
"Kita sangat menyayangkan atas lemahnya pengawasan dari Dinas terkait, dikhawatirkan pengerjaannya tidak menghasilkan mutu yang baik," kata Hamdani, Senin (29/8/2022).
Menurutnya, pengerjaan proyek yang lemah pengawasan memudahkan rekanan melakukan penyimpangan yang dapat merugikan keuangan Pemerintah Kabupaten Batu Bara.
Dirinya juga menekankan kepada Pihak Dinas terkait untuk lebih mengawasi serta memantau pelaksanaan proyek tersebut.
"Seharusnya pengawasan harus ditingkatkan karena ini proyek yang sangat besar, kalau seperti ini kita menduga adanya penyimpangan yang dilakukan oleh rekanan," ungkapnya.
Salah satu pekerja proyek saat diwawancarai mengatakan, pengawas proyek di lapangan pria berinisial BD. "Biasanya kami kerja diawasi oleh BD pihak rekanan," ungkapnya.(Zfn/TO)
- 75 views
Facebook comments