Skip to main content

Herman Baco Blak-blakan Soal Perkembangan Persawitan di Perbatasan

Nunukan, TuntasOnline.id - Pengusaha Sebatik, H. Herman SE, MM yang juga Tokoh Masyarakat membangun perekonomian di wilayah perbatasan sebatik sejak dari dulu sampai saat ini

H. Herman Baco, SE.MM, sebagai tokoh dan seorang Pengusaha besar di Kecamatan Sebatik Nunukan mengatakan, bahwa perkembangan sawit sangat membantu bagi masyarakat petani sawit khususnya yang ada di sebatik, kemudian masyarakat kita tidak dipungkiri, termasuk Tokoh pengusaha lainnya, H. Rustam, adalah tokoh yang sudah memiliki 2 Armada laut angkutan khusus yang mengangkut hasil buah sawit khususnya, masyarakat sebatik, menuju pabrik pengelolaan yang ada di semanggaris. Untuk membantu memperjuangkan dan mengembangkan tatanan Ekonomi masyarakat sebatik. 

"Bukan itu saja, ada juga baiknya Malaysia (Tawu), sebagian hasil kebun sawit kecamatan sebatik dibawa ke Malaysia, karena mengingat kualitasnya (RIJEK) yang menjadi tolak ukur pabrik yang ada di Indonesia sendiri, namun bukanlah merupakan harga beli Malaysia lebih tinggi dari Indonesia, tetapi dipastikan dengan adanya kondisi harga jual sawit yang dijual di Malaysia tersebut masih berimbang dengan harga perusahaan  semanggaris,"

Walaupun sawit tidak masuk grade tapi tetap diambil pabrik yang ada di Tawau, Malaysia. 1. Terutama tidak ada berbeda harga, 2. hasil buah tidak di pilah atau di Great dengan berdasarkan kualitas, sementara perusahaan yang ada di semanggaris (Indonesia) masih memilah-Milah kualitas buah masuk rijek. Sementara hampir rata-rata bibit yang ditanam sama dengan petani yang lainnya yang ada di sebatik.

Dirinya juga menjelaskan pernah pada waktu itu sempat terjadi, kendala pabrik di Bambangan. mengalami masalah dengan kemacetan operasi pembelian, memang pada awalnya pabrik beroperasi pemasaran berjalan dengan aman Alhamdulillah, begitu berhenti, untung kita ada kerjasama dengan negara tetangga, kalau tidak ada hubungan kerjasama dengan Negara jiran maka buah sawit kita, menjadi busuk. 

"Kemudian pada waktu itu, belum ada juga akses ke semanggaris, maka dari itu, perlu kita jaga hubungan baik kita sebatik dan Tawau Malaysia jangan sampai terjadi di kemudian hari gejolak seperti yang sudah terjadi di pabrik Bambangan. Kalau memang pabrik yang ada di Bambangan sudah bisa beroperasi dan ada jaminan kedepan bahwa, tidak ada timbul gejolak, saya sebagai tokoh masyarakat dan pengusaha di sebatik sangat mendukung dengan penjualannya sawit di Indonesia, agar kita juga mendapatkan pajaknya sendiri di Indonesia," sambungnya. 

"Kemudian sayalah orangnya yang sangat mendukung program tersebut, cuma dengan keterbatasan tempat, makanya saya sampaikan penampung jangan dulu di putuskan mengingat keadaan belum stabil, mengingat pabrik yang di Bambangan sudah lama mangkrak kurang lebih 4 Tahun sampai saat ini belum jadi perhatian pemerintah daerah, dan semoga pemerintah yang baru ini akan bisa mengantisipasi hal tersebut, artinya bisa di beli perusda, atau  pemerintah daerah bisa bekerjasama dengan perusda itu sendiri," ucap H Herman.

(SRF)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size