Diduga Tak Transparan, Pembangunan dan Rehab SMPN Satap Sedampah Disorot
Lampung Barat, Tuntasonline.id - Diduga tidak terdapat keterbukaan informasi publik terkait pembangunan gedung dan rehabilitasi SMPN Satap Sedampah, Kecamatan Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat.
Hal tersebut terungkap saat Ketua DPC Forkowap Lampung Barat melakukan investigasi ke sekolah tersebut pada Senin (22/12/2025). Dalam keterangannya kepada media Tuntasonline, Ketua DPC Forkowap Lampung Barat, Iwan, menyampaikan bahwa pihaknya telah mendatangi sekolah, namun hanya bertemu dengan para pekerja karena kegiatan belajar mengajar telah libur.
“Iya, kami sudah melakukan investigasi ke sekolah tersebut dan hanya bertemu dengan para pekerja karena suasana sudah libur sekolah,” ujar Iwan.
Salah satu pekerja bernama Jumangin mengatakan bahwa pekerjaan pembangunan hampir selesai dan tinggal tahap finishing. Saat ditanya mengenai papan nama proyek, ia menjelaskan bahwa papan tersebut dilepas dan disimpan di dalam ruangan karena proses pengecatan.
“Pekerjaan hampir selesai, tinggal finishing. Papan nama proyek kami lepas dan simpan di dalam ruangan karena sedang pengecatan. Untuk penjelasan lebih lanjut, abang bisa menemui pelaksana di rumahnya,” ujar Jumangin.
Lebih lanjut, Iwan mengatakan bahwa pihaknya kemudian menemui Faisal di kediamannya selaku pelaksana pembangunan dan rehabilitasi SMPN Satap Sedampah. Dalam keterangannya, Faisal membenarkan bahwa dirinya merupakan pelaksana kegiatan tersebut.
“Saya selaku ketua komite sekolah. Tugas saya hanya mencarikan bahan-bahan, sedangkan pendanaan langsung ke kepala sekolah karena proyek ini bersifat swakelola. Besok akan saya sampaikan kepada beliau, menunggu beliau pulang,” ujar Faisal.
Di akhir keterangannya, Iwan menyampaikan bahwa pihaknya sebelumnya telah berupaya melakukan koordinasi dengan Kepala SMPN Satap Sedampah melalui pesan singkat dan telepon terkait pembangunan dan rehabilitasi sekolah dengan nilai anggaran lebih dari Rp1,8 miliar. Namun, menurutnya, hingga saat ini tidak ada tanggapan dari kepala sekolah.
“Sejak sebelumnya kami sudah berupaya berkoordinasi melalui chat dan telepon, namun tidak ada respons sama sekali. Kami menilai kepala sekolah terkesan menghindar dari kami sebagai kontrol sosial,” ujar Iwan.
(Tim)
- 47 views
Facebook comments