Skip to main content
Dewan Ingatkan Pemprov Bengkulu Fokus Awasi Wilayah DAS

Dewan Ingatkan Pemprov Bengkulu Fokus Awasi Wilayah DAS

Bengkulu, TuntasOnline.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu mendapat masukan dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Komisi III Provinsi Bengkulu, agar dapat fokus mengawasi kerusakan sejumlah Daerah Aliran Sungai (DAS) dalam wilayah Provinsi Bengkulu yang sudah sangat parah. Dan juga termasuk, ancaman alih fungsi lahan, terutama areal persawahan menjadi perkebunan atau peruntukkan lainnya.

Anggota Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu, Tantawi Dali memberi masukan, agar kondisi DAS dan ancaman alih fungsi lahan di Provinsi Bengkulu ini merupakan catatan yang diberikan terkait Raperda Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW), juga menjadi perhatian bagi pihak DPRD. Dan Oleh karena itu kedepannya agar Pemprov dapat fokus mengawasi baik DAS ataupun alih fungsi lahan.

“Kita sudah memantau langsung ke sejumlah titik, dan faktanya DAS yang ada, tidak terpelihara dan kerusakannya sudah sangat parah. Bahkan terlihat perkebunan kelapa sawit, sama sekali tidak mengindahkan kaidah penanaman pada areal DAS. Hal itu terjadi diperkirakan karena lemahnya pengawasan dari pemerintah," ungkapnya, Senin (3/5).

Pilitisi Partai Nasdem ini menegaskan, dengan lemahnya pengawasan terhadap ancaman kerusakan DAS tersebut, bisa-bisa kedepannya berakibat fatal terutama bagi masyarakat. Apalagi bencana banjir bandang yang salah satu penyebabnya karena kerusakan DAS yang parah. Oleh karena itu, jangan setelah bencana benar-benar terjadi, baru pemerintah sibuk bicara soal DAS.

“Ancaman alih fungsi lahan, Pemprov hendaknya juga memberikan perlakuan serupa. Terlebih saat ini alih fungsi lahan, terutama dari areal persawahan menjadi perkebunan ataupun peruntukkan lain, seperti bangunan terus mengancam. Akan tetapi perlu disadari juga, masyarakat melakukan alih fungsi lahan itu, karena sarana dan prasarana yang kurang memadai. contohnya, di Kabupaten Bengkulu Utara, irigasi Air Nokan yang merupakan peninggalan zaman kolonial dulu hingga sekarang belum pernah tersentuh revitalisasi. Jangan sampai karena kurang maksimalnya irigasi itu, menjadi alasan warga mengalihfungsikan lahan mereka," pungkasnya. (Panji)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size