Sikapi Bencana Ekologi Pantai Kuala Indah, KNPI Batubara Minta Bupati Bentuk Tim ahli
Batu Bara, Tuntasonline.com - Menyikapi Bencana ekologi diwilayah Pantai Kuala Indah, Kecamatan Sei Suka, DPD KNPI Batubara meminta Pemerintah khususnya Pemkab Batu Bara gar serius menyikapinya
Hal tersebut disampaikan langsung oleh DPD KNPI Batubara melalui Sekretarisnya, Muhammad Yusroh Hasibuan, Kamis(22/4/2021)
Yusroh dalam keterangannya kepada media, mengatakan bahwasanya Pemerintah melalui LHKP harus melakukan langkah yang sifatnya protektif, Prefentif dan action, karena berkaitan dengan hajat orang banyak.
Karena jika melihat Bencana Ekologi yang terjadi di Pantai Kuala indah yang membuat ribuan ikan mati tersebut adalah hal yang sangat berbahaya dan pasti sangat berimplikasi pada pencarian nelayan, kerusakan ekosistem dan tentunya akan berimplikasi pula pada sosial dan ekonomi masyarakat.
Harus ada upaya yang nyata dari negara maupun daerah melalui LHKP untuk menyikapi masalah lingkungan ini.
Tidak cukup hanya dengan Foto atau uji lab saja, yang paling penting adalah upaya pencegahan agar hal seperti ini tidak terjadi lagi sebab kita pernah menyaksikan hal serupa terjadi pada tahun 2010 silam dan lokasinya sangat tidak jauh berbeda.
Saat ini masih banyak Perusahaan di batubara ini yang diduga masih belum benar benar menjalankan aturan UU 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Dengan kata lain Banyak yang membangun dan memproduksi tanpa memikirkan lingkungan.
"Kami berharap Negara melalui Pemkab batubara mengambil langkah cepat untuk membentuk Tim ahli dan memeriksa pengelolaan limbah seluruh perusahaan baik perusahaan pengelola nabati maupun logam di seputaran zona litoral," tuturnya.
Sebab jika ini tidak benar benar di awasi maka ekosistem di zona litoral dimasa yang akan datang akan semakin mengkhawatirkan.
"Kami meminta dan mendukung Bupati Batu bara untuk mengambil alih kasus tersebut dan turun langsung untuk melakukan investigasi, bila perlu bupati segera bentuk tim khusus serta menghimpun para ahli untuk memeriksa Sistem pengelolaan limbah perusahaan," ujarnya.(Zfn/TO)
- 40 views
Facebook comments