Senator Riri: Kedatangan Vaksin Bukan Berarti Covid-19 Berakhir, Tetap Patuhi Protokol Kesehatan
Bengkulu, TuntasOnline.com- Wabah Covid-19 di Provinsi Bengkulu masih mengundang kecemasan banyak orang. Apalagi penularan virus belum bisa dikendalikan. Di Provinsi Bengkulu sendiri baru-baru ini Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi Bengkulu, Jaduliwan mengumumkan penambahan kasus positif Covid-19 di Bengkulu bertambah 156 orang dalam sehari.
Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Hj Riri Damayanti John Latief mengatakan, seperti oasis di tengah krisis akibat pandemi covid-19, kedatangan paket vaksin Sinovac, menyusul beragam jenis vaksin, memberikan harapan akan berakhirnya pandemi corona. Namun dirinya mengingatkan tetap disiplin terapkan protokol kesehatan seperti cuci tangan, memakai masker serta menjaga jarak.
"Mengenai vaksin saya tidak ingin ikut berpolemik. Yang jelas kedatangan vaksin bukan berarti pandemi covid-19 berakhir, karena sejauh ini masih dalam proses telaah. Belum disebar ke masyarakat. Tetap patuhi protokol kesehatan," kata Riri, Jumat (18/12).
Alumni Psikologi Universitas Indonesia ini juga mengimbau kepada stakeholder terkait di Bengkulu dapat menyiapkan proses penyimpanan dan pendistribusian vaksin ke berbagai daerah yang membutuhkan.
"Keamanan vaksin harus benar-benar terjaga hingga sampai ke tengah-tengah masyarakat. Bagaimana bisa sampai ke daerah-daerah terpencil yang jaraknya berkilo-kilo melewati jalan tanah, bagaimana anggarannya dan kasus-kasus seperti ini. Jangan sampai yang disuntikkan ke masyarakat nanti sesuatu yang sudah rusak atau tidak lagi aman," ujar Senator Riri sapaan akrabnya.
Senator Bengkulu ini berharap, ketersediaan vaksin dapat terus berlangsung hingga waktu-waktu yang akan mendatang hingga pandemi ini berakhir.
"Dan untuk pendistribusian saya kira tidak harus mengandalkan pemerintah saja. Yang ingin membeli secara mandiri, misal perusahaan untuk karyawannya, selama keamanan vaksinnya sudah teruji, sah-sah saja, walaupun saya cenderung lebih setuju kalau semua warga negara tanpa terkecuali ditanggung negara," ujarnya.
Lebih lanjut ia menekankan, sejatinya covid-19 telah menyadarkan umat manusia agar berhenti melampaui batas dalam mengekploitasi alam agar tidak merusak lingkungan dan mendorong munculnya virus-virus baru.
"Pandemi covid-19 menyadarkan pentingnya pola hidup bersih dan sehat yang sebenarnya dalam Islam hal ini sudah diminta agar menjadi kebiasaan sehari-hari seperti wudhu, mencuci tangan di air mengalir sebelum menyentuh makanan dan lain-lain," demikian Riri Damayanti.
Data terhimpun, Presiden Joko Widodo telah mengumumkan bahwa vaksin virus Corona akan diberikan secara gratis kepada seluruh masyarakat Indonesia. Presiden sendiri telah menginstruksikan kepada jajarannya di semua kementerian/lembaga serta pemerintah daerah untuk memprioritaskan anggaran 2021 untuk program vaksinasi virus corona.
Di sisi lain, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan merilis enam kelompok masyarakat yang menjadi sasaran prioritas vaksinasi Covid-19. Dalam vaksinasi, setiap orang akan menjalani dua kali dengan jeda waktu 14 hari.
Berikut enam kelompok masyarakat sasaran prioritas vaksinasi Covid-19 :
1. 3.497.737 orang kelompok garda terdepan: Petugas medis, paramedis contact tracing, TNI/Polri, dan aparat hukum.
2. 5.624.106 orang tokoh agama/masyarakat, perangkat daerah (kecamatan, desa, RT/RW), dan sebagian pelaku ekonomi.
3. 4.361.197 orang guru/tenaga pendidik dari PAUD/TK, SD, SMP, SMA, dan perguruan tinggi.
4. 2.305.689 orang aparatur pemerintahan.
5. 86.622.867 orang peserta BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI).
6. 57.548.500 orang masyarakat dan pelaku perekonomian lainnya. (Panji)
- 33 views
Facebook comments