Skip to main content
Pemkab Karo Akan Segera Membangun Labotarium PCR 

Pemkab Karo Akan Segera Bangun Labotarium PCR 

Karo, Tuntasonline.com - Ditengah Meningkatnya warga Tanah Karo terpapar wabah pandemi covid-19, begitu juga lamantq pasien menunggu hasil dari test swan dari pihak Provinsi Sumatera Utara, membuat pemkab Karo berinisiatif membangun Laboratorium PCR.

Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH, didampingi Direktur RSUD Kabanjahe dr Arjuna Wijaya SpP,  Kabag Umum dan Perlengkapan Hotman Brahmana serta mantan anggota DPRD Karo, Jumat (2/10/2020) mengatakan bahwa, saat ini Pemkab Karo sangat membutuhkan labotarium pemeriksaan polymerase  chain teaction(PCR) untuk mempercepat hasil dari test swab. Sehingga dengan adanya laboratorium pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR), akan mempercepat hasil dari status pasien apakah dalam keadaan suspek atau terpapar positif Covid-19, Ujar Terkelin.

Diketahui masih banyak kasus pasien hingga meninggal dunia tidak diketahui statusnya, apakah positif atau negatif Covid-19. Bahkan ada yang saat rapid test positif meninggal dunia, beberapa hari kemudian hasil tes swab-nya negatif.

“Karena itu, untuk mengurangi kasus serupa terulang, maka harus tersedia mesin PCR,” tutur Terkelin 

Kehadiran labotorium sangat membantu mempercepat penanganan pasien Covid-19, termasuk bagi yang ingin melakukan tes swab. Sebab selama ini, dapat kita bayangkan hampir dua (2) minggu hasil swab baru keluar dari provinsi, mengingat menunggu antrian dari berbagi kabupaten se-Sumatera Utara.

Hal inilah yang membuat masyarakat atau pasien menjadi jenuh dan panik menunggu hasilnya.

Untuk itu, lanjut Terkelin Brahmana menambahkan, perangkat RT-PCR semakin mendesak dibutuhkan agar hasil uji spesimen swab pada kasus suspek dan konfirmasi secepatnya diketahui."pungkas bupati.

Menyikapi hal tersebut, Direktur RSUD Kabanjahe dr Arjuna Wijaya SpP mengatakan, di bulan Nopember 2020 pembangunan laboratorium PCR sudah dimulai dan kalau tidak ada halangan, pada bulan Desember 2020 laboratorium PCR sudah rampung, mudah mudahan bisa langsung digunakan.

Menurut Arjuna, Pembangunan laboratorium yang dilakukan pihaknya nanti tidak secara permanen namun secara temporer (sewaktu waktu bisa bongkar pasang), untuk dana pembangunan dan pembelian alat PCR bersumber dari P-APBD 2020, kata Arjuna.

Sedangkan lahan temporer labotorium PCR dibangun dengan luas 6 x 10 meter, dan  dengan alat PCR ini, tidak perlu lagi pasien berlama lama menunggu, cukup 3-4 jam, hasil dapat dilihat positif atau negatif."tutupnya(RT/TO)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size