Bengkulu Masuk Zona Merah Seismotektonik, Ini Himbauan BPBD Kota
Bengkulu, Tuntasonline.com - Bengkulu saat ini masih dalam darurat bencana, masuk dalam zona merah seismotektonik yakni suatu peta yang menggambarkan hubungan struktur geologi kegempaan yang juga memperlihatkan pengaruh-pengaruh bencana gempa bumi hingga bencana tsunami.
Baca Juga : Agustus 2020, Harga Sawit di Bengkulu Naik
Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu, Selupati mengungkapkan saat ini Bengkulu masih dalam bayang-bayang bencana gempa.
"Perencanaan dini sudah kita lakukan sejak lama, namun kita harap bencana ini tidak terjadi," kata Selupati. Kamis, (27/8/2020)
Perencananaan tersebut katanya, berupa perbaikan jalur evakuasi, penyediaan titik kumpul, juga simulasi penanganan pasca bencana hingga sosialisasi tanggap bencana bagi masyarakat.
"Hingga saat ini kita adakan simulasi tanggap bencana. Juga penyediaan rambu-rambu pada jalur evakuasi dan penambahan titik lokasi kumpul," kata Selupati.
Selupati sendiri mengungkap, Bengkulu masuk dalam zona merah seismotektonik yakni suatu peta yang menggambarkan hubungan struktur geologi kegempaan yang juga memperlihatkan pengaruh-pengaruh bencana gempa bumi hingga bencana tsunami.
"Dari Mukomuko hingga Kaur potensi bencananya sama, banjir, gempa dan tsunami. Untuk itu pengetahuan dan pelatihan tanggap bencana memang wajib diketahui masyarakat supaya potensi terjadinya korban jiwa bisa diminimalisir," kata Selupati.
Lebih lanjut, 24 gempa susulan yang terjadi dalam kurun waktu sepekan dibuka oleh gempa kembar magnitudo 6,9 dan 6,5 skala richter dan bakal terus menguntit.
Untuk itu pihaknya meminta masyarakat terus waspada akan potensi terjadinya gempa dengan mengikuti imbauan pemerintah.
Baca Juga : LAMI Desak KPK Usut Tuntas Kasus Kementrian PUPR
"Jangan panik. Kepada masyarakat apabila terjadi gempa yang cukup kuat, sediakan satu kunci yang menempel di pintu untuk mempermudah keluar rumah. Hindari pepohonan dan apabila ada gempa susulan segerakan ke titik kumpul sementara untuk melakukan evakuasi dan tunggu peringatan dari pemerintah," kata Selupati. (P3)
- 197 views
Facebook comments