6000 Paket Sembako Disalurkan ke 9 Desa Terdampak Erupsi Sinabung
Karo, Tuntasonline.com - 6000 Paket Sembako disalurkan ke 9 Desa di Kabupaten Karo yang terdampak Erupsi Gunung Sinabung pada beberapa waktu lalu.
Baca Juga : Kapus Berastagi Dinonaktifkan, Masyarakat Minta Pemkab Karo Tindak Tegas Petugas Medis
Rasa solidaritas yang tinggi, saling peduli dan saling membantu menjadi energi positif dalam menghadapi apapun bentuk musibah, termasuk kasus Pandemi Covid-19 dan erupsi Gunung Sinabung.
Hal itu dikatakan Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH, MH saat menyalurkan bantuan sembako secara simbolis dari Gubsu Edy Rahmayadi, Pangdam I/BB Mayjen TNI Irwansyah, Kapoldasu Irjen Pol Martuani Sormin kepada warga sembilan desa terdampak bencana vulkanik Sinabung, Sabtu (22/8/2020) di Posko Kantor Koramil 04/SE, Jalan Kiras Bangun, Desa Ndokum Siroga, Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Karo.
Turut hadir memberi arahan dan sambutan, Dandim 0205/TK Letkol Kav Yuli Eko Hardianto, Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Setyo Indriono, Sik, Ketua TP. PKK Kabupaten Karo, Ny Sariati Terkelin Brahmana, camat dan sejumlah OPD Pemkab Karo.
Dijelaskan Bupati, bantuan sosial dari Gubsu berupa sembako 3000 paket, dari Kapoldasu 2000 paket dan Pangdam I/BB 1000 paket. Jadi total semuanya 6000 paket.
“Mudah mudahan sembako ini bermanfaat dan dapat meringankan beban warga terdampak abu vulkanik Sinabung,” ujar Terkelin Brahmana sembari mengingatkan warga tetap mematuhi protokol kesehatan.
Dalam pendistribusian sembako tersebut, Dandim 0205/TK Letkol Kav Yuli Eko Hardianto, juga mengingatkan, penyaluran bantuan yang diberikan kepada warga desa terdampak, semuanya sudah tercatat. “Namun bagi yang belum tercatat namanya sebagai penerima bantuan, nanti akan menyusul, artinya secara bergiliran,” katanya.
Informasi ini perlu disampaikan dan diluruskan ketengah tengah warga. Jangan nanti ada dugaan atau anggapan yang mendapat bantuan hanya orang-orang tertentu. Namun demikian, seandainya ada warga yang mengeluh, ini tugas pemerintah di tingkat kecamatan dan pemerintahan desa yang menjelaskan, ucapnya.
Tertib penyaluran, maka diharapkan tidak ada lagi posko-posko liar, yang dapat menyebabkan keributan antara sesama warga satu desa, alasannya ada satu warga ganda menerima bantuan, disisi lain ada yang tidak dapat sama sekali, endingnya bisa kita bayangkan akan menimbulkan polemik di tengah-tengah warga, kata Dansatgas Penanganan Bencana Sinabung itu.
“Untuk itu, disinilah pentingnya keterbukaan pemerintah desa dan kecamatan dengan melakukan koordinasi secara terintegrasi dengan posko inti, supaya tidak ada posko liar yang membagikan bantuan,” tegas Eko Hardianto.
Penerima manfaat, sambung Dandim, sembilan desa, yakni Desa Gungpinto, Ndeskati, Kutambelin, Naman, Sukandebi, Sukatepu, Kebayaken, Kuta Gugung dan Kuta Rakyat, ujarnya.
Sementara itu Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Setyo Indriono, mengatakan, bantuan yang diberikan ini agar diberikan kepada yang berhak dan tepat sasaran.
Baca Juga : Bupati Karo Tinjau Lokasi Aliran Lahar Dingin di Sukatendel
Ia meminta, menghadapi erupsi Gunung Sinabung, warga juga jangan apatisme. Tunjukkan warga masih memiliki semangat gotong royong, ketika TNI/Polri dan Pemkab Karo turun ke desa untuk melakukan pembersihan abu vulkanik, jangan menganggap itu semua tugas tim dari pemerintah. Alhasil warga menjadi penonton dan menonton saja, sifat ini buang jauh-jauh. “Saatnya kita semua berlomba berbuat baik, saling peduli dan bergotong royong,” ajak Kapolres.(RT/TO)
- 32 views
Facebook comments