Skip to main content
t

Masyarakat Protes Kecilnya Upah Pelipatan Kertas Suara

Kampar, TuntasOnline.Com - Ribuan masyarakat kecewa terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kampar, kekecewaan ini diakibatkan upah pelipatan kertas suara yang dinilai tidak standar. Pelipatan kertas suara dilaksanakan di Gedung GOR Center Kota Bangkinang.

Pelipatan Kertas Suara ini memperkerjakan ribuan masyarakat dan sudah berjalan selama dua hari. Dihari pertama, pelipatan kertas Suara berjalan dengan lancar serta pada hari kedua masyarakat yang bekerja lakukan protes terhadap KPU karena dinilai memberikan upah yang tidak layak.

Diketahui, melipat satu kertas suara dihargai dengan upah Rp. 75.00,- /lembar (tujuh puluh lima rupiah).

Terhitung kalau dikumpulkan, Kalau satu hari mereka hanya mendapatkan upah sebanyak Rp. 13.000,- (Tiga belas ribu rupiah) perhari. Pekerjaan ini dilakukan perkelompok satu kelompok berjumlah sepuluh orang.

Jhonherman salah satu ketua kelompok memprotes kepada panitia pelaksana pelipatan kertas suara dengan penghasilan Rp. 13.000/hari.

la mengajak anggota kelompoknya untuk tidak melanjutkan pekerjaan tersebut serta menurut Jonherman KPU tidak membatasi masyarakat untuk bekerja melipat kertas suara sehingga sampai ribuan masyarakat untuk melipat kertas suara oleh karena itu tempat tidak memungkinkan mereka bekerja dan tidak bisa mengerjakan target masing masing karena sempitnya tempat ia bekerja.

Di tempat terpisah salah satu komisioner KPU Kampar Drs. Sardalis menyampaikan kepada awak media upah kelipatan kertas suara sudah acuan dari KPU Pusat.

KPU Pusat sudah memberikan RKA sebanyak Rp. 75.00,-/lembar kertas suara.

"Dengan dasar itulah kami KPU Kampar memberikan upah tersebut," pungkasnya. (indra).

Facebook comments

Adsense Google Auto Size