Skip to main content

Forkopimda Karo Ikuti Rakornas Pengendalian Inflasi Daerah Secara Virtual

Karo,TuntasOnline.com - Wakil Bupati Karo Theopilus Ginting bersama jajaran Forkopimda Karo dan sekdakab Karo K.Terkelin Purba dari Karo Command Center (KCC) Kantor Bupati Karo mengikuti Rapat Kordinasi Nasional (Rakornas) dalam rangka pengendalian Inflasi Daerah secara hybrid yang dipimpin Mendagri langsung dari Gedung Sasana Bhakti Praja Jakarta Pusat, Senen(5/12) secara virtual.

Wakil bupati Karo mengatakan, dari Rakor ini diprediksi peningkatan inflasi akan terjadi di akhir tahun ini, maka dari itu langkah-langkah yang potensial yang akan kita lakukan adalah dengan memastikan ketersediaan dan kecukupan cadangan pangan strategis, menyelenggarakan pasar murah dan operasi pasar, bersama Satgas Pangan, melakukan monitoring kewajaran stok pangan di gudang-gudang secara berkala dan bersama.

Saya juga menghimbau kepada masyarakat untuk berbelanja secara bijak terlebih-lebih memasuki tahun baru tahun 2023, tandasnya.

Sementara, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menjadi salah satu provinsi terbaik kendalikan inflasi. Gubernur Sumut Edy Rahmayadi memaparkan formulanya ke Gubernur dan Bupati/Walikota se-Indonesia.

Ada tiga Pemerintah Daerah (Pemda) yang diapresiasi Kementerian Dalam Negeri untuk Best Paractice Pengendalian Inflasi yaitu Pemprov Sumut, Kota Tarakan dan Kabupaten Tabalong. Sumut jadi, satu-satunya provinsi yang memaparkan kiat-kiat menjaga inflasi di tengah perekonomian global yang sedang sulit.

Kuncinya, menurut Edy Rahmayadi, adalah pentingnya memahami suatu daerah secara komperhensif, komunikasi yang baik antar-Pemda dan melibatkan Forkopimda. Selain itu, pemantauan harga dan ketersediaan barang juga harus dilakukan terus menerus, agar bisa mengambil keputusan yang tepat dan cepat.

Inflasi Sumut pada November tercatat sebesar 5,03% (yoy) dengan deflasi 0,13, sedangkan untuk tahun kalender (November 2022 terhadap Desember 2021) 4,55%. Harga pangan dinilai paling berpengaruh pada inflasi Sumut dan harga yang sangat fluktuatif.

"Ada 11 komoditas punya andil pada inflasi kita, tetapi yang paling signifikan cabai merah 44,24%, bawang merah 24,34%, dan cabai rawit  31,2% karena itu perlu dipantau setiap hari," kata Edy Rahmayadi.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memuji langkah Edy Rahmayadi mengendalikan inflasi. Ada 10 Provinsi yang dinilai berhasil menjaga tingkat inflasi (yoy) nya antara lain Gorontalo (5,41%), Sulbar (5,36%), Banten (5,34%), Kepri (5,26%), Kaltara (5,24%), Sumut (5,03%), Papua Barat (4,70%), Sulut (4,30), DKI (4,11%) dan Maluku Utara (3,26%). Sumut salah satu yang terbaik dengan jumlah populasi dan banyaknya kabupaten/kota.(wan/TO) 

Facebook comments

Adsense Google Auto Size