Skip to main content
Foto Gabungan

Feature : Sumringah Sawit Bengkulu Jadi Wajah Berseri Kala Pandemi

Badai pandemi Covid-19 bisa diakui sebagai cobaan terburuk di abad sekarang, semua lini luluh lantak hingga menelan berbagai korban baik berupa jiwa dan juga finansial. Namun ada sesuatu yang sumringah di kala pandemi yang ceritanya ada di Provinsi Bengkulu.

Hamparan hijau perkebunan sawit yang sejuk dipandang mata kini mulai menyimbolkan bangkitnya kesejahteraan mereka yang hidupnya bergantung pada sawit. Meski diterpa pandemi, sawit Bengkulu justru menguat dan malah sumringah dalam mendorong kesejahteraan.

Berbicara sawit, tanaman satu ini menjadi komoditi yang sangat berperan penting bagi perekonomian Bengkulu sehingga disebut-sebut Aktor Utama bak di Film Action, namun konteks action-nya yakni pertumbuhan ekonomi. Kegunaan sawit pun tak bisa dipandang remeh mulai dari jadi bahan baku minyak goreng, sabun, kosmetik, pasta gigi, lilin, pelumas, tinta dan masih banyak lainnya.

Di Bengkulu sendiri terdapat 30 Perusahaan CPO yang berdiri dari Kaur hingga ke Mukomuko yang salah satu perannya vital dalam menggerakkan sawit bengkulu. Sinergi bersama Pemerintah, Perusahaan dan stakeholder tentu mampu mendorong sawit Bengkulu bergerak dengan merangsang pergerakan ekonomi.

Pergerakan itu ditunjukkan langsung lewat progres harga yang stabil hingga menguat di beberapa bulannya, di 2021 harga Tandan Buah Sawit (TBS) Maret berkisar Rp. 1.800,-/kg, beranjak ke Juli harga sawit kembali menguat menjadi Rp. 1.830/kg, pada Oktober menguat kembali di angka Rp.1.980,-/kg, dan pada update terbaru harganya menguat di kisaran Rp.3.000,- hingga Rp.4.000,-/kg.

Data ekspor pun ikut berbicara bagaimana sawit Bengkulu sangat sumringah dan bergairah mendorong pertumbuhan ekonomi Bengkulu di mana ada peningkatan ekspor semula dari 32.605 ton menjadi 50.481 ton.

Diperkirakan hampir 500 ribu penduduk Bengkulu yang menggantungkan hidup kepada sawit atau dengan kata lain merupakan priok nasi mereka. Dengan sumringahnya sawit Bengkulu tentu akan mendorong kesejahteraan dan menjadi angin segar.

Sawit pun menjadi tumpuan kehidupan mulai kebutuhan pangan, sandang dan papan bagi mereka. Tiap tetes keringat semoga terbalaskan sebagai ikhtiar yang tak tergantikan.

Peran semua pihak sangat penting, baik masyarakat petani, perusahaan dan pemerintah mempunyai peran dan tanggung jawab masing-masing untuk peningkatan komoditi yang satu ini. Semoga usaha bersama yang dibalut dalam Bhinneka Tunggal Ika dapat menciptakan keadilan dan kesejahteraan yang nyata.

Penulis : Repi Putra

Facebook comments

Adsense Google Auto Size