Skip to main content

Dugaan Praktek Jual Beli Bahan Seragam Terjadi di SMAN 2 Liwa

Lampung Barat, TuntasOnline.id - Dugaan praktik jual beli seragam dan atribut sekolah masih menjadi sorotan di Kabupaten Lampung Barat. Salah satunya diduga terjadi di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Liwa, Provinsi Lampung.

Berdasarkan informasi yang dihimpun TuntasOnline.id, SMAN 2 Liwa menjual berbagai jenis seragam dan kebutuhan atribut siswa dengan nilai keseluruhan mencapai lebih dari Rp1 juta.

Dugaan praktik jual beli seragam dan atribut tersebut menjadi perbincangan di kalangan orang tua siswa. Pasalnya, orang tua siswa disebut dianjurkan membeli seragam melalui pihak sekolah.

Selain itu, seragam batik yang menjadi salah satu ciri khas sekolah tersebut disebut dijual dalam bentuk bahan mentah untuk kemudian dijahit sendiri oleh orang tua siswa.

Yati, salah seorang orang tua siswa, mengaku mempertanyakan kebijakan penjualan seragam batik yang masih berupa bahan tersebut.

"Gimana ya bang saya heran aja kenapa ko jual seragam masih bahan gitu, kami orang tua siswa ya bingung aja belum upah beli bahan nanti upah jahit lagi, kenapa gak sekalian aja sekolah yang ngadain dan kami Terima beres," ucapnya kepada TuntasOnline.id.

Dalam pemberitaan mengenai pengadaan pakaian seragam sekolah, ketentuan pendidikan mengatur batasan mengenai keterlibatan satuan pendidikan dalam pengadaan dan penjualan seragam kepada peserta didik.

Permendikbudristek Nomor 50 Tahun 2022 tentang Pakaian Seragam Sekolah bagi Peserta Didik Jenjang Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah mengatur ketentuan mengenai pakaian seragam sekolah serta tanggung jawab pengadaannya.

Sementara itu, informasi mengenai dugaan penjualan seragam tersebut telah dikonfirmasi TuntasOnline.id kepada Sarman selaku Kepala SMAN 2 Liwa dan Wakil Kepala Sekolah bidang Humas melalui pesan WhatsApp.

Namun, hingga berita ini diterbitkan, pihak sekolah belum memberikan tanggapan terkait dugaan penjualan seragam dan atribut tersebut.

TuntasOnline.id tetap membuka ruang bagi pihak SMAN 2 Liwa untuk memberikan klarifikasi maupun penjelasan terkait informasi tersebut.

Facebook comments

Adsense Google Auto Size