Diterpa Isu Lockdown, Hunian Hotel di Berastagi Terlihat Sepi
Karo, TuntasOnline.Com - Menjelang perayaan Idulfitri 1442 H tingkat hunian hotel di Tanah Karo terlihat sepi dan menurun dikarenakan insyruksi pemerintah melarang masyarakat untuk mudik ditengah situasi Pendemi Covid -19 sedang melanda negeri khususnya di Kabupaten Karo.
"Terlebih lagi ada kabar miring atau isu yang menyatakan Kabupaten Karo di Lockdown akibat pandemi Covid-19, mungkin disebabkan berita hoax tersebut lah yang membuat tingkat hunian Hotel di Berastagi menjadi sepi kalau dibandingkan hari-hari sebelumnya.
Hal ini di sampaikan GM Hotel Sibayak Zulham yang sekaligus Ketua IHGMA ( Indonesian Hotel General Manejer Asosiasion ) saat di konfirmasi wartawan, Kamis (6/5).
Ia menyampaikan, bahwa tadi pagi ada berita di media sosial(medsos) yang mengatakan bahwa Tanah Karo di Lockdown, bahkan informasi beredar ada pos penyekatan di Simpang Daulu, Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo, sementara diketahui di simpang Daulu itu bukan pos penyekatan melainkan pos pengamanan untuk menghindari kemacetan mulai dari tanggal 6 Mei hingga 17 Mei 2021, jadi dugaan saya bahwa terkait isu tersebutlah maka sepi penghuni Hotel ini , " Beber Zulham.
Lanjutnya menambahkan , seandainya kita tampung pun semua tamu- tamu itu, tidak bisakita penuhi karena harus sesuai kapasitas dan peraturan undang-undang terkait prokes tidak bisa kita tampung sebanyak 100 % , yah paling pun sekitar 50 % lah. Jadi, melalui teman-teman media kiranya dapat menyampaikan dan mengedukasi masyarakat khususnya Mebidangro (Medan, Binjai, Deliserdang dan Karo) mau berkunjung ke Berastagi silahkan saja, atau mau nginap ke Hotel Sibayak dan hotel lainnya, karena Hotel kita terhitung di lebaran kedua hunian masih 15 % dari 50 % , jadi masih tersisa sebanyak 35 % lagi, jadi tidak benar itu Tanah Karo do lockdown, Imbuh Zulham.
Sementara itu, Kadis Pariwisata Karo Munarta Ginting mengharapkan, selama para pengunjung menikmati liburan di Kabupaten Karo ada beberapa hal dan ketentuan yang harus dipatuhi, kita tidak mengharapkan akan menjadi permasalahan yang disebabkan akibat ulah kita serta dapat menimbulkan kluster baru pandemi 19 di Tanah Karo, disebabkan tidak mematuhi Prokes selama berada di sejumlah titik objek wisata
Kadis Pariwisata menekankan, bahwa lokasi objek wisata yang menjadi perhatian dan pengawasan ketat petugas diantaranya adalah Pemandian Air Panas di Desa Semangat Gunung atau Lau Sidebuk- debuk, Bukit Gundaling, Gundaling Farmstead, Tugu Perjuangan Kota Berastagi, Pajak buah, Siosar dan Penatapan Tongging
“Meskipun diberikan lampu hijau, pihaknya bersama petugas TNI/Polri tidak segan untuk menutup paksa objek wisata, begitu diketahui prokesnya tidak dilengkapi dan dilanggar,” tegas Munar.
Sementara itu Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Karo, Dickson Pelawi yang juga pengusaha sektor pariwisata di Kabupaten Karo sangat mengapreisiasi lampu hijau yang diberikan terkait izin Operasional Daya Tarik Wisata (DTW) selama libur Lebaran.
Dia mengungkapkan, bahwa dengan keputusan yang diambil pemerintah telah memberikan sedikit ruang gerak bagi pengusaha yang ada di Dataran Tinggi Karo ini.
“Langkah ini bakal meningkatkan kunjungan wisatawan yang datang dari Medan, Binjai, Deli Serdang setidaknya bisa membuat tempat wisata di Kabupaten Karo bernapas,” Ujarnya.
Untuk mendorong minat wisatawan, Dickson berharap agar pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi hingga kabupaten atau kota, dapat terus mempromosikan destinasi wisatanya ke masyarakat.
Pemerintah harus terus mengedepankan promosi bahwa tempat wisata itu memiliki prokes yang ketat.
"Dengan harapan dapat meyakinkan masyarakat bahwa tempatnya sudah CHSE (Cleanliness, Health, Safety, dan Environmental Sustainability). Pengelola wisata juga harus antisipasi dan proaktif,” Pungkasnya.(RT/TO)
- 453 views
Facebook comments