Skip to main content
Ilustrasi LPG.ist

Dewan dan Disperindag Akan Usut Penjual LPG yang Nakal

Kota Bengkulu, Tuntasonline.com -Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bengkulu dan Dinas Perdagangan Kota Bengkulu menanggapi laporan-laporan Masyarakat tentang kenakalan penjual dan kelangkaan LPG 3 Kg yang ada di Kota Bengkulu, Jum'at (13/12/2019).

Menanggapi hal tersebut, Herimanto berjanji akan melaporkan keluhan dari masyarakat ini ke pihak Disperindag Kota Bengkulu agar bisa segera ditindaklanjuti. Mengingat hal tersebut sudah banyak dikeluhkan oleh warga, bukan hanya warga di Jembatan Kecil saja namun juga se-Kota Bengkulu. 

“Keluhan warga kita terima, tentu akan kita tindak lanjuti. Nanti kita sampaikan ke dinas terkait dalam hal ini Disperindag Kota agar ada tindakan jelas. Karena persoalan gas ini memang sudah terdengar dimana-mana, bukan hanya disini,” pungkas Herimanto.

Menanggapi hal tersebut, Indra Sukma Ketua Komisi II DPRD Kota Bengkulu akan segera memanggil OPD terkait guna mendorong penambahan kuota gas yang dibutuhkan warga kota. Sebab kuota yang ada sekarang benar-benar kurang dan tidak lagi mencukupi kebutuhan masyarakat.

“Dalam waktu dekat ini kami akan minta dan akan kami panggil dinas terkait untuk mendorong penambahan kuota gas di Kota Bengkulu, Kita perlu penambahan kuota tambahan karena kuota yang ada sekarang benar-benar kurang, karena kalau kita lihat kuota ini diambil dari masyarakat miskin dari data raskin di tingkat kelurahan hanya tiga per bulan, sementara pada kenyataannya tiga tabung per bulan itu kurang, jadi perlu penambahan,” ungkap Indra.

Selain itu, Indra juga mencurigai adanya oknum yang melakukan penimbunan.

“Saya rasa penyebab kelangkaan ini juga ada penimbunan, karena ada program dari pusat untuk penarikan gas elpiji melon, dimulai tahun 2020 dan untuk kita Bengkulu tahun 2021 nanti. nanti subsidi tidak akan ada lagi di pangkalan dan akan dibagikan lewat Dinas Sosial, karena ada isu seperti ini makanya ada kemungkinan ada yang nimbun,” pungkasnya.

Dewi Dharma selaku Kadisperindag Kota Bengkulu menyampaikan bahwa piahaknya akan menegur pihak dari penadah yang Kota maupun pembagiannya maupun cara mereka membagikan kepada masyarakat apakah itu sesuai dengan yang kita terapkan melalui dari agenci Pertamina atau mereka sendiri yang menentukan.

"Kita tetapi kita tidak seluruhnya kita ambil tetapi sampelnya saja. Dengan adanya pengaduan masyarakat, kita langsung akan tindak lanjuti dengan data yang benar. Untuk 2019 belum ada, tetapi banyak pangkalan yang kita berikan SP 1 sampai 2 dan 3 tapi memang belum ada yang sampai ke pencabutan perizinan," tegasnya.

Dewi juga menayampaiakn bahwa apa yang mereka berikan teguran pertama itu belum ditindak lanjuti dan kedua baik ketiga mereka sudah tindak lanjuti mereka lihat lagi.

"Apakah mereka sudah melakukan yang kita inginkan kita cabut SP dan tetap kita berikan. Untuk yang tidak, kemarin ada satu yang kita sudah tahu itu dari pangkalan Amir di sawah lebar tapi mungkin juga ini sedang berjalan juga," ungkapnya.

"Dari 10/20 pangkalan yang memang tidak semuanya sudah kita  awasin dan mereka semuanya tetap mengikuti aturan ada satu yang memang pengaduan dan itu memang kita temukan beberapa pelanggaran," tutupnya.

Untuk diketahui ada 4 Agen dari 539 pangkalan yang ada di Kota Bengkulu. (CW4)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size