Anggaran Fogging Diduga Tak Digunakan, Kadinkes Angkat Bicara
Bengkulu, tuntasonline.com - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu, Susilawati tanggapi saran dewan terkait pengunaan anggaran fogging yang disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Bengkulu dengan agenda pengesahan APBD-P tahun anggaran 2018 beberapa waktu lalu.
Pengesahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Kota Bengkulu tahun anggatan 2018 meninggalkan pertanyaan yang dilontarkan anggota dewan terkait penggunaan dana fogging yang dianggarkan. Pasalnya, anggota dewan menganggap anggaran yang sudah dianggarkan tidak digunakan oleh Dinkes dengan alasan kesehatan.
Menanggapi hal tersebut, Susilawati menilai bahwasanya fogging akan tetap dilakukan apabila memenuhi kriteria yang sudah ditetapkan. Kriteria yang harus dipenuhi harus melalui beberapa tahap. Mulai dari tahapan pelaporan hingga survei jentik yang dilakukan oleh tim Dinkes. Apabila tahapan-tahapan tersebut sudah memenuhi kriteria, barulah pihak Dinkes akan melakukan fogging. Apabila kriteria tersebut tidak terpenuhi, Dinkes akan melakukan penyuluhan dan sosialisasi perilaku hidup sehat ditengah masyarakat.
"Kitakan punya aturan, kalaupun mau fogging tentunya kami berdasarkan kasus, kemudian tim rumah sakit melaporkan kepada petugas kita, kemudian petugas kita akan menindak lanjuti ke lapangan, kemudian dilihat kasus demi kasus, apabila survei jentiknya lebih dari lima, baru kita lakukan fogging. Tapi kalo memang bagus berarti kita lakukan penyuluhan perilaku hidup bersih dan sehat, jadi kita menggalakkan gerakan masyarakat hidup sehat," paparnya ketika diwawancarai usai ikuti kegiatan ASN belanja bersama di Pasar Panorama, Selasa pagi(2/10).
Susilawati juga membenarkan statement Wakil Walikota, Dedy Wahyudi yanh mengatakan tindakan fogging bukan hanya membunuh nyamuk melainkan serangga lain yang juga terkena efek fogging. Diakhir wawancara, Susilawati kembali menegaskan bahwa fogging akan tetap dilakukan, hanya saja dilakukan secara selektif dengan melihat terlebih dahulu kasus-kasus yang ada di wilayah tersebut.(FRK)
- 46 views
Facebook comments