Skip to main content
Suasana Konferensi Pers

Video Serbuk Kopi Luwak Mudah Terbakar, BPOM : Jangan Terprovokasi, Bisa Jadi Ada Kepentingan

Bengkulu, TuntasOnline.Com - Terkait viralnya Video serbuk Kopi Luwak yang mudah tersulut api, BPOM di Bengkulu akhirnya memberikan klarifikasi mengenai permasalahan yang cukup menyita perhatian publik nasional tersebut. 

Saat Konferensi Pers di Aula BPOM di Bengkulu pada Senin (01/10), memberikan beberapa poin penting yang perlu diperhatikan oleh maayarakat diantaranya :

  1. . Berdasarkan pengelompokan produk pangan, Kopi cap Luwak termasuk dalam kategori minuman serbuk kopi gula krimer, dengan komposisi produk antara lain gula, k her nabati, dan kopi bubuk instan. Produk tersebut telah melalui evaluasi keamanan dan mutu oleh BPOM RI serta telah mendapatkan nomor izin edar.
  2. Dalam video tampak bahwa produk Kopi cap Luwak terbakar. Hal ini terjadi karena produk tersebut berbentuk serbuk, ringan dan berpartikel halus serta mengandung minyak dan memiliki kadar air yang rendah sehingga mudah terbakar dan menyala. Seperti telah dijelaskan BPOM RI sebelumnya, bahwa produk pangan yang memiliki rantai karbon (ikatan antar atom karbon), kadar air rendah, terutama yang berbentuk tipis dan berpori dapat terbakar/menyala jika disulut dengan api.
  3. Sekitar kita terdapat banyak bahan pangan yang mudah terbakar, seperti terigu, kopi bubulk, kopi-krimer, m ca bubuk, cabe bubuk, kopi instant, putih telur, susu bubuk, pati jagung, biji-bijian, kentang. Hal ini bukan berarti bahan berbahaya atau tidak aman untuk dikonsumsi.
  4. BPOM RI melakukan evaluasi keamanan, mutu, dan gizi pangan termasuk terhadap semua bahan yang digunakan untuk pembuatan pangan olahan sebelum pangan an tersebut diedarkan dan memberikan nomor izin edar (MD atau ML) yang dicantumkan pada labelnya. Apabila produk pangan sudah izin edar BPOM RI, berarti produk tersebut aman untuk konsumsi masyarakat.
  5. BPOM RI mengajak masyarakat untuk menjadi konsumen cerdas dengan selalu melakukan cek "KLIK" (Kemasan, Label, lzin Edar dan Kedaluwarsa) dan konsumsi produk Obat dan Makanan. Pastikan kemasannya dalam kondisi baik, baca informasi pada labelnya, pastikan memiliki izin edar dari BPOM RI, dan tidak melebihi masa kedaluwarsa.

Dalam sesi wawancara, Kepala BPOM di Bengkulu Syafrudin meminta agar masyarakat tidak terprovokasi dan jadilah masyarakat yang bijak bermedia sosial. 

"Kami sangat menghimbau kepada masyarakat, jangan gampang terpengaruh sama media sosial, hati-hati banyak berita hoax, mungkin ada kepentingan-kepentingan tertentu. Ini kan tanggal 1 oktober  hari kesaktian pancasila, dari dulu zaman sebelum merdeka banyak rongrongan dari luar maupun dalam atau pesan-pesan tertentu, jangan sampai kita terpengaruh dan jangan sampai tercipta riak, karena NKRI harga mati" tukasnya. (ReTra) 

Facebook comments

Adsense Google Auto Size