Skip to main content
Foto Bersama

Terkait Pengelolaan Dana BOS, Disdikbud Gelar Pelatihan

Bengkulu, TuntasOnline.Com - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu gelar Pelatihan Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Aset tingkat SMP se-kota Bengkulu guna tingkatkan profesionalitas manajemen keuangan sekolah pada Selasa pagi (28/7).

Pelatihan pengelolaan dana BOS dan Aset tingkat SMP se-Kota Bengkulu yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bengkulu resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) kota Bengkulu, Marjon disalah satu resto di Kota Bengkulu.

Kegiatan pelatihan yang bertajuk "Dengan Pelatihan Pengelolaan Dana BOS dan Aset Kita Tingkatkan Profesional Pengelolaan Keuangan dan Aset di Sekolah" diakui merupakan inisiatif dari Disdikbud kota Bengkulu guna tingkatkan profesionalitas sekolah dalam hal manajemen keuangan khususnya dana BOS dan aset yang dimiliki sekolah. 

"InsyaAllah dengan adanya pelatihan ini dapat meningkatkan keprofesionalan dan kemudian dengan pelatihan pengelolaan dana bos dan aset ini kita tingkatkan profesional pengelolaan keuangan dan aset," ucap Damri selaku Ketua Pelaksana ketika memberikan laporannya sebelum acara dibuka secara resmi oleh Sekda Kota Bengkulu.

Kadisdikbud Kota Bengkulu Rosmayetti juga senada mengatakan bahwasanya kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan tata kelola laporan dana bos dengan mengedepankan integritas serta akuntabilitas. 

Seperti apa yang diinstruksikan langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bahwasanya Laporan Non-Fisik harus rampung sebelum tanggal 21 November 2018 sedangkan Laporan Fisik diwajibkan selesai sebelum 21 Oktober mendatang.

"Tujuannya bagaimana kita menigkatkan tata kelola laporan dana bos sehingga kita mengedepankan integritas dan akuntabilitas sehingga laporan-laporan tersebut sesuai dengan aturan. Makanya kita samakan persepsi, kita minta kepada inspektorat memberikan arahan penjelasan terkait dengan laporan dana bos, mudah-mudahan tahun 2018 ini bisa lebih bagus lagi," kata Rosmayetti.

Terkait kegiatan pelatihan tersebut, Marjon ingatkan Kepala sekolah untuk patuhi Petunjuk Teknis (Juknis) agar perencanaan terkait alokasi dana BOS dapat dilakukan secara maksimal. Dan setiap keputusan terkait alokasi dana BOS didiskusikan terlebih dahulu kepada komite sekolah serta tim yang berada didalamnya.

"Jadi, dengan adanya sosialisasi ini yang paling penting bagi kepala sekolah adalah patuhi juknis yang ada jangan menyimpang dari aturan tersebut agar maksimal penggunaannya, lalu kemudian setiap perencanaan penggunaan harus dibicarakan dengan komite dan tim yang ada disekolah itu sendiri," ujar Marjon ketika diwawancarai usai kegiatan.(FRK)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size