Penyakit ASF Ternak Babi, Ini Penjelasan Pemkab Karo
Karo,TuntasOnline.com - Bupati Karo Cory S Sebayang melalui Dinas Pertanian Karo menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Karo yang memiliki ternak Babi untuk waspada terhadap penyakit hewan menular pada ternak Babi saat ini.
Hal tersebut dalam upaya penanggulangan penyakit African Swine Fever (ASF) yang sedang terjadi di beberapa daerah Sumatera Utara bukan hanya di Kabupaten Karo saja melainkan seperti; Kabupaten Deli Serdang, Serdang Bedagai, Kota Medan dan di beberapa Kabupaten Lainnya.
Hal ini disampaikan Kadis Pertanian Karo, Ir. Metehsa Karo-Karo Purba, pada sosialisasi penanggulangan Perihal Kewaspadaan ketat terhadap ASF Penyakit Hewan pada Ternak Babi, Selasa (20-12-2022).
Disampaikannya, Adapun Penyakit ASF ini adalah berdampak pada ternak babi dan tidak berdampak pada kesehatan manusia. Selain itu, penyakit ASF ini tidak ditularkan ke manusia melalui kontak dengan ternak babi atau konsumsi daging babi dan penyakit pada ternak babi saja dan tidak ada dampak pada hewan lain, Selin itu Virus ASF resisten pada produk yang berasal dari ternak babi.
Selanjutnya, Metehsa mengatakan, untuk Menindaklanjuti penanggulangan penyakit ASF tersebut, Pemerintah Kabupaten Karo menghimbau kepada pemilik ternak Babi yakni;
1. Tidak melakukan aktivitas jual/beli ternak dari/ke luar Kabupaten Karo.
2. Membersihkan kandang 1 kali sehari,
3. Melakukan penyemprotan desinfektan rutin pada kandang dan sekitaran kandang ternak, 4. Memisahkan ternak sakit dari ternak sehat. 5. Mengubur ternak Babi yang mati, tidak dibenarkan membuang ke sungai atau tempat pembuangan sampah agar mengurangi penyebaran penyakit,dan 6. Melaporkan segera jika ada kasus kecurigaan penyakit ASF pada Babi ke Dinas Pertanian
Metehsa lanjut mengatakan, Vaksin ASF dan obatnya belum ada di seluruh Indonesia sehingga penyakit ASF sulit untuk dikendalikan.
African Swine Fever (ASF) merupakan penyakit pada hewan ternak babi yang mesti diwaspadai dan perlu penangan serius.
Sampai saat ini, belum ada vaksin untuk penyakit dimaksud. Karenanya, kepada masyarakat, terutama peternak babi perlu benar-benar memperhatikan dan menerapkan "Biosecurity" kandang.
"Artinya, batasi orang yang keluar masuk kandang, ganti pakaian setiap kali akan masuk kandang. Tetap menjaga kebersihan serta menyemprotkan desinfektan sesering mungkin, "Pungkasnya.(wan/TO)
- 149 views
Facebook comments