Skip to main content
Puluhan Mahasiswa Datangi Kantor Gubernur Provinsi Bengkulu. 

Puluhan Mahasiswa Datangi Kantor Gubernur Bengkulu

Bengkulu, Tuntasonline.com - Puluhan mahasiswa Provinsi Bengkulu yang tergabung dalam Organisasi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) hari ini menggelar aksi damai di Depan Kantor Gubernur Provinsi Bengkulu, Senin (30/09/19).

Aksi damai ini dimulai sekira pukul 10:00 WIB, massa langsung mendatangi Kantor Gubernur Provinsi Bengkulu dan melangsungkan orasi terkait dengan reforma agraria.

Koordinator Lapangan (Korlap) Habibi mengatakan, aksi pada hari ini membawa frame reforma agraria yang belum terlaksana sepenuhnya dan meminta Pemprov untuk menindak lanjuti tuntutan yang mereka bawa. 

"Tuntutan kami pada hari ini terkait frame reforma agraria, karena memang pada dasarnya bahwa reforma agraria harus selalu kita suarakan karena belum terlaksana 100%, " ujar Habibi. 

Selain itu, Gubernur Provinsi Bengkulu Rohidin Mersyah melalui Assisten I Drs. Hamka Sabri, M.Si menemui massa dan menanggapi tuntutan tersebut serta akan ditindak lanjuti sesuai dengan SOP yang berlaku. 

Dimana dalam orasinya, tuntutan yang disampaikan massa GMNI yaitu :
1. Ikut terlibat dalam upaya reforma agraria sejati dan menolak segala bentuk RUU yang bertendensi untuk menindas rakyat informa agraria.

2. Wujudkan amanat konstitusi yang termuat dalam pasal 33 UU 1945 demi kesejateraan rakyat.

3. Ikut adil dalam menolak rencana UU pertanahan dan mineral yang menindas rakyat.

4. Segera mungkin menghentikan exploetasi alam Bengkulu dalam upaya menyelamatkan Bumi Raflesia dan Indonesia

5. Menghentikan kriminalisasi terhadap petani dan aktivis pejuang rakyat yang dilakukan aparat yang tidak bertanggung jawab.

6. Segera menghentikan segala bentuk tindakan rampasan lahan dan membebaskan kembali tanah rakyat seluas-luasnya.

7. Segera menghentikan perluasan pembangunan industri dan pertambangan yang merusak lingkungan serta memberikan tanah yang menjadi hak petani.

8. Mewujudkan Bengkulu bebas dari banjir, longsor dan pembakaran hutan demi terwujudnya bumi Indonesia.

9. Wujudkan Bengkulu sehat dan bebas polusi.

10. Menghentikan kriminalisasi aktivis dan mahasiswa.

Koordinator Lapangan Habibi menjelaskan bahwa ada beberapa isu-isu yang mereka bawa terkait dengan kesejahteraan rakyat Indonesia. 

"Kita membawa isu-isu atau menyuarakan tentang RUU yang bertendensi untuk menindas rakyat. Seperti Mineral dan batu bara (Minerba) misalnya RUUKUHP kemudian pengesahan tentang RUU P-KS, karena itu beririsan dengan tujuan mensejahterakan rakyat Indonesia," ujar Habibi. 

"Selain daripada itu, kita tau bahwa banyak teman-teman kita para aktivis buruh, aktivis HAM, aktivis petani dan aktivis lingkungan itu sudah banyak di kriminalisasi. Maka dengan ini bersama kita suarakan menolak kriminalisasi terhadap aktivis pembela rakyat," tutup Habibi. 

Dari tuntutan tersebut, para massa GMNI berharap Pemprov Bengkulu dapat menangani dan menyempurnakan reforma agraria yang terjadi khususnya di Provinsi Bengkulu. 

Aksi ini berlangsung hingga pukul 11:30 WIB dan massa membubarkan diri dengan aman dan kondusif. (Cw3)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size