Skip to main content
Mobil Oknum Mengaku Polisi Seret Balita dan Ibunya Berikut Kronologisnya

Mobil Oknum Mengaku Polisi Seret Balita dan Ibunya, Berikut Kronologisnya

Sumatera Utara,Tuntasonline.com - Ully seorang ibu rumah tangga (IRT) dan anaknya berumur 2 (dua) tahun terseret oleh sebuah mobil Kijang Innova di Kampung lalang, Sunggal, Medan tepatnya di depan Toko Gading Mas, pada hari Rabu 5 Oktober 2022 kemarin sekitar Pukul 19.00 WIB.

Kejadian tersebut bermula saat, Ully bersama suaminya Beni Sembiring berencana ingin menjual sepeda motor miliknya.

Ully sepakat bertemu dengan si pembeli di depan toko Gading Mas di sekitar Kampung Lalang Sunggal, untuk mengecek kondisi kereta yang mau kami jual.

"Namun tiba-tiba Si pembeli mengaku dia ada 5 (lima) orang kawannya mengaku dari Polda Sumut ingin menangkap kami, dengan alasan kereta yang mau kami jual ini bermasalah alias bodong. Untuk itu kami harus di bawa ke Polda Sumut untuk diperiksa, katanya tanpa ada menunjukan surat penangkapan ataupun surat surat lain nya," Ujar Ully saat di konfirmasi wartawan, Kamis (6/10).

Lanjut Ully menjelaskan, saat itu juga suami saya langsung membantah tudingan mereka dan meminta kembali dokumen (surat-surat kepemilikan) dan kunci yang mereka pegang.

"Dari bahasa mereka kami menjadi curiga selanjutnya, saya juga ikut meminta kunci serta surat surat sepmor kami," ujarnya.

Saat saya meminta kunci dan dokumen sepeda motor kami, tiba-tiba supir mobil kijang inova dengan BK 1165 OZ kabur dan langsung tancap gas. Saat mereka mau kabur, saya bersama anak saya pun ikut terseret oleh mobil mereka.

"Akibat dari terseret mobil tersebut saya mengalami terkilir pada kaki, pinggang dan tangan saya, sementara anak balita saya mengalami beberapa luka memar, bengkak pada lengan, tangan serta lutut. Usai kejadian tersebut, kami langsung ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan. Dan kejadian ini sudah kami laporkan ke Polrestabes Medan, ungkapnya saat ditemui usai melaporkan atas kejadian tersebut, Kamis (6/10).

"Kami berharap Bapak Kapolri, Kabareskrim Polri, Kapolda Sumut dan Kapolrestabes Medan untuk dapat mengusut tuntas kejadian ini, dimana hampir saja nyawa kami melayang akibat ulah oleh oknum pria yang mengaku sebagai anggota Polri bertugas Polda Sumut dan jika memang benar nantinya mereka adalah anggota Polri, kami minta agar oknum aparat tersebut diproses hukum, ditahan dan pecat (PTDH) agar tidak ada korban yang lain lagi, seperti kami ini," Ujarnya

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Teuku Fathir Mustafa,S.I.K saat di konfirmasi Kamis(6/10) Pukul 20.48 menyampaikan akan segera mengecek kejadian tersebut.(wan/TO)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size