Kelompok 298 KKN UNIB 'Sulap' Limbah Kulit Pisang
Lebong, tuntasonline.com - Kulit pisang yang selama ini tak dihiraukan keberadaannya 'disulap' kelompok 298 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Bengkulu (UNIB) Periode 85 menjadi kerupuk yang tentunya lebih bermanfaat.
Kelompok 298 KKN UNIB ajak warga Desa Ujung Tanjung III Kecamatan Lebong Sakti Kabupaten Lebong mengolah limbah kulit pisang menjadi kerupuk. Kegiatan tersebut dilakukan di Balai desa Ujung Tanjung III, Selasa sore (10/7).
Dengan proses pengolahan yang cukup mudah, mahasiswa KKN Kelompok 298 mempraktekkan bagaimana cara mengolah kerupuk kulit pisang kepada masyarakat yang hadir. Cara pengolahan kerupuk kulit pisang yakni :
- Pertama, siapkan kulit pisang secukupnya lalu dicuci bersih dan direbus di air mendidih sekitar 2 menit kemudian tiriskan.
- Setelah itu, kulit pisang tersebut dihaluskan atau agar lebih mudah menggunakan blender.
- Kemudian, campurkan kulit pisang yang telah diblender tadi dengan tepung terigu dengan perbandingan 1:1, air, bawang putih halus dan garam secukupnya.
- Aduk hingga tercampur rata layaknya adonan pempek,
- Lalu, bentuk adonan lonjong seperti pempek lenjer,
- Kemudian kukus adonan hingga matang,
- Setelah matang, adonan didinginkan, lalu diiris tipis,
- Jemur 2 sampai 3 hari hingga adonan mengering,
- Setelah kering, kerupuk siap digoreng.
Tia Ayu Tri Wahyuni salah satu anggota Kelompok 298 KKN UNIB merupakan pencetus utama pengolahan limbah kulit pisang. Ia menuturkan, ide pengolahan limbah kulit pisang pertama kali ia dapatkan ketika dirinya coba-coba memanfaatkan limbah kulit pisang yang menumpuk dirumahnya. Kemudian, ia melakukan berbagai percobaan hingga tercetuslah pembuatan kerupuk dari limbah kulit pisang.
"Awalnya pada waktu itu ada banyak kulit pisang dirumah saya yang belum dibuang oleh Ibu saya. Saat melihat tumpukan kulit pisang tersebut saya berfikir bagaimana kalau kulit pisang tersebut bisa dimanfaatkan menjadi sebuah olahan. Sudah banyak eksperimen yang telah saya lakukan sampai akhirnya jadi kerupuk kulit pisang," ungkapnya.
Selain itu, Tia sapaan akrabnya menuturkan banyak manfaat kulit pisang yang jarang diketahui masyarakat yakni menjaga kesehatan mata, menghilangkan bosan (cemilan), menjaga kesehatan kulit serta dapat memutihkan gigi.
Pemanfaatan limbah kulit pisang inipun mendapatakan respon positif dari warga desa Ujung Tanjung III. Ibu Rina salah satunya, beliau mengatakan bahwa pemanfaatan limbah kulit pisang tersebut sangat kreatif.
"Bagus ya, sangat kreatif sekali, rasanya (kerupuk) juga gurih, tidak ada rasa kulit pisang yang sepet-sepet lagi," ungkapnya singkat.(FRK)
- 263 views
Facebook comments