Bupati Karo Tinjau Lokasi Aliran Lahar Dingin di Sukatendel
Karo, Tuntasonline.com - Bupati Karo Terkelin Brahmana didampingi Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Setyo Indriono SH SIK, Dandim 0205/TK Letkol Kav Eko Hadiyanto SSos, BPBD Kabupaten Karo dan Kadis PUPR Kabupaten Karo tinjau lokasi aliran lahar dingin di Desa Sukatendel, Sabtu (22/08/2020) pukul 17.45 WIB.
Baca Juga : Tidak Berfungsi Maksimal, Sabo Dam di Karo Tuai Kritikan
Guyuran hujan yang cukup lebat di puncak gunung api sinabung membuat volume lahar dingin meningkat di sejumlah bantaran sungai yang melintasi beberapa desa di Kecamatan Tiganderket, Kabupaten Karo.
Volume air bercampur lumpur serta material, batu-batuan dan kayu kayuan dari gunung sinabung turut dibawa arus laharan, namun tersumbat di sabo dam, sehingga sebagian meluber ke badan jalan dan jembatan yang berada di desa sukatendel tepatnya di jalan penghubung antar kecamatan Tiganderket dan kecamatan Kuta Buluh.
Desa yang terparah terpapar aliran lahar dingin dan sempat menghambat aktifitas warga dan pengguna jalan yaitu Di Desa Perbaji, Desa Kuta Mbaru dan di Desa Sukatendel tepatnya di jalan lintas antara Kecamatan Tiganderket menuju kecamatan kuta buluh yang sempat tak terlewati kenderaan roda 2 (dua) dan roda 4. Selama kurang lebih 2 Jam, Sabtu, (22/08/2020) Siang tadi sekira pukul 11.15 wib.
Melihat banyaknya material batu dan bongkahan kayu yang menyumbat saluran lahar dingin sinabung di jembatan Sabo dam tersebut, sehingga bupati Karo langsung memerintahkan BPBD Karo, Dinas PUPR Kabupaten Karo untuk segera menurunkan 4 unit alat berat (exafator) ke lokasi untuk dilakukan normalisasi membersihkan material yang tersumbat dan menumpuk di sejumlah jalan/jembatan perlintasan aliran lahar dingin.
Baca Juga : Kapus Berastagi Dinonaktifkan, Masyarakat Minta Pemkab Karo Tindak Tegas Petugas Medis
"Saya sudah perintahkan Dinas PUPR untuk segera mendatangkan alat berat untuk menormalisasi saluran lahar dingin walaupun besok hari libur, agar tidak berdampak buruk terhadap pengguna jalan, ke pemukiman sekitar dan juga lahan pertanian milik warga. Karena laharan bisa saja datang sewaktu -waktu dan tidak dapat diprediksi kapan datangnya, untuk itu diharapkan kepada warga yang bermukim di sekitar aliran sungai agar tetap waspada dan berhati-hati.” harap Terkelin.(RT/TO)
- 42 views
Facebook comments