Pekerjaan Rehabilitasi dan Renovasi MIN 1 Labuhanbatu Diduga Tidak Memiliki Tenaga Ahli dan Tidak Ada Pengawasan
Labuhanbatu, TuntasOnline.id - Pekerjaan proyek Rehabilitasi dan Renovasi Gedung Sekolah MIN 1 Kecamatan Bilah Hilir Kabupaten Labuhanbatu Provinsi Sumatera Utara (Sumut) diduga tidak memiliki tenaga ahli dan juga tidak adanya pengawasan dari instansi terkait.
Informasi tersebut diketahui dari salah satu pekerja, menyampaikan kepada awak media saat di lokasi pekerjaan, tidak pernah terlihat pengawas dan juga tenaga ahli sejak pekerjaan itu berlangsung.
"Kalau tenaga ahli atau pun pengawas tidak pernah terlihat pak sejak pekerjaan ini dimulai," papar salah satu pekerja yang tidak mau disebut namanya 12/08.
Akibat tidak adanya pengawasan rehabilitasi dan renovasi Gedung Sekolah MIN 1 Bilah Hilir Kabupaten Labuhanbatu Provinsi Sumatera Utara, terlihat beberapa pekerja tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) di saat bekerja.
Terkait hal Tersebut, saat dikonfirmasi kepada salah satu konsultan Fajar, menyampaikan terkait APD sudah pernah di berikan dan terkait pekerjaan Rehabilitasi dan Renovasi Sekolah MIN 1 Bilah Hilir tersebut kontraknya belum berakhir. Pekerjaan tersebut akan berakhir pada bulan September tahun 2024.
Ketika disinggung soal tenaga ahli dan pengawasan pekerjaan tersebut fajar, menyampaikan agar menghubungi langsung pihak kontraktor pekerjaan tersebut karena menurut dia tidak mengetahui soal tenaga ahli dan pengawasan.
"Kalau soal tenaga ahli dan pengawasan silahkan saja hubungi pihak kontraktor ya pak, menjawab wartawan melalui telepon seluler. Nah kalau soal APD, sudah pernah kita berikan pak kepada pekerja, dan kalau terkait pekerjaan itu masih ada yang kurang, kontrak nya masih panjang pak sampai pada bulan September, tahun 2024," ucap Fajar mengaku konsultan menjawab wartawan melalui telepon seluler 12/08.

Berdasarkan hasil investigasi di Lokasi pekerjaan terlihat yang sudah dikerjakan dua pintu gedung sekolah baru MIN 1 dan pengecatan seluruh dinding sekolah dan juga pengganti seng sekolah dan 3 buah pintu sekolah yang sudah rusak juga terlihat diganti dengan pagu anggaran 1.852.763.000.00 (satu miliar delapan ratus lima puluh dua ribu rupiah) dana bersumber dari APBN dan dengan judul pekerjaan rehabilitasi dan renovasi Madrasah Sumut 1.
Anehnya lagi, menurut keterangan salah satu pekerja sudah tiga kali adanya perubahan Rancangan Anggaran Biaya (RAB) dan tidak tau pasti apa penyebab adanya perubahan RAB tersebut sampai 3 kali.
"Saya kurang tau pak, cuman setahu saya ada sampai 3 kali perubahan RAB, dalam pekerjaan ini, dan kalau adanya perubahan RAB tersebut saya tidak mengetahui pasti sebabnya," ucap salah satu pekerja menyampaikan kepada awak media 12/08/2024.
- 118 views
Facebook comments