Skip to main content
Warung

BumDes Kutamakmur Diduga Minim Pengawasan

Karawang, TuntasOnline.com - Pemerintah Pusat melalui Kementerian Desa Gelontorkan Dana Desa (DD) tahun 2018, ke setiap-tiap Desa di wilayah Kabupaten Karawang, agar dapat meningkatkan untuk pemerataan sarana prasarana pembangunan di berbagai sektor dan meningkatkan perekonomian. Namun hal tersebut diduga tak dibarengi pengawasan. 

Sedangkan Pemerintahan Desa Kutamakmur Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang, realisasikan Dana Desa tahap pertama 2018 dipergunakan modal warung Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Mugi Rahayu.

Hasil pantauan Wartawan TuntasOnline.com, Minggu (04/11/18), warung Bumdes Mugi Rahayu Desa Kutamakmur, yang dibiayai Dana Desa tahap 1, nampak sepi tidak ada pembeli, karena warung tersebut selalu tutup.

"Pasalnya, sembako yang ada di warung Bumdes Mugi Rahayu, untuk di jual hanya nampak ada beras beberapa kwintal di dalam warung, hal tersebut terindikasi akibat minimnya pengawasan dari tim monitoring maupun dinas instansi terkait dengan terealisasinya Dana Desa diperuntukan modal Bumdes "Mugi Rahayu" Desa Kutamakmur.

Sementara menurut, H Laing, selaku Kepala Desa Kutamakmur Kecamatan Tirtajaya, realisasi Dana Desa tahap 1 dipergunakan untuk modal usaha Bumdes Mugi Rahayu, bertujuan agar dapat mengkaper semua kebutuhan sembako masyarakat Desa Kutamakmur.

"Dana Desa tahap 1 tahun 2018, setelah di cairkan oleh Pemerintah Desa Kutamakmur, lalu saya gulirkan ke Bumdes Mugi Rahayu. Untuk selanjutnya anggaran tersebut di kelola oleh pengurus Bumdes "Mugi Rahayu" untuk di kembangkan dengan cara membuka warung sembako," pungkasnya.

Sementara berita ini naik, pihak tim monitoring dan dinas terkait serta pengurus Bumdes Mugi Rahayu belum ada yang dapat dimintai keterangannya, karena memang tidak ada dilokasi warung Bumdes, demikian.(Sule)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size