Lakukan Audiensi, Massa Aksi Mulai Menemui Titik Terang
Bengkulu, Tuntasonline.com - Audiensi yang dilakukan oleh Pihak Rektorat dengan Massa Aksi UNIB di Ruang Rapat 1 pada Jumat (6/4) mulai menemui titik terang, pasalnya Ridwan Nurazi selaku Rektor Universitas Bengkulu sudah menyepakati bersama dengan 25 perwakilan Mahasiswa beberapa permasalahan yang menjadi tuntutan Massa Aksi.
Audiensi yang dilakukan di Ruang Rapat 1 Universitas Bengkulu berjalan dengan baik dan mulai menemukan solusi-solusi terbaik bagi pihak Kampus dan Mahasiswa. Rapat Audiensi ini dilakukan selama 2 sesi dikarenakan terpotong waktu sholat jumat.
Terkait Kegiatan Malam hari, sesuai dengan aturan Universitas, bahwa kegiatan Kampus selesai pada pukul 10 malam, akan tetapi dengan adanya Audiensi yang dilakukan hari ini, kegiatan malam bisa dilanjutkan atas permintaan dan izin dari mahasiswa dengan catatan untuk melakukan ataupun mempersiapkan kegiatan-kegiatan besar, bukan kegiatan umum, dan telah diketahui dan di setujui oleh Pihak Rektorat.
Adapun Tuntutan Massa aksinsebagai berikut:
- Menuntut pimpinan Universitas Bengkulu untuk lebih transparan dalam pengelolaan dana kegiatan kemahasiswaan dan penyusunan RAB kemahasiswaan.
- Menuntut pimpinan kampus Universitas Bengkulu mengembalikan fungsi anggaran Dewan Perwakilan Mahasiwa KBM UNIB.
- Menuntut pimpinan Universitas Bengkulu untuk memenuhi kebutuan fasilitas akademik dan kemahasiswaan yang menjadi tuntutan mahasiswa.
- Menuntut pimpinan Universitas Bengkulu menepati janjinya yang belum terealisasi sesuai degan yang tertulis pada nota kesepakatan.
- Menuntut Rektor Universitas Bengkulu meninjau kembali Peraturan Rektor Nomor 37 Tahun 2016 Pasal 55 Ayat 8.
Selain itu, ada juga Persoalan terkait fasilitas akademik yang di keluhkan oleh mahasiswa terutama Mahasiswa Jurusan Penjaskes. Dalam Audiensi sesi pertama yang dilakukan sebelum Sholat Jumat, telah dijelaskan oleh Ridwan Nurazi kepada mahasiswa terkait pembangunan tersebut. Ridwan mengaku sudah menetapkan anggaran untuk pembangunan kampus Penjaskes.
"Mengenai Fasilitas-fasilitas, beberapa yang terutama yang menjadi tuntutan itu adalah yang di penjaskes, itu sebenarnya sedang dalam proses dan insyaAllah kalau memang disetujui oleh Dirjen Anggaran, pada tahun ini fasilitas yang ada di Penjaskes itu akan segera kita perbaiki di tahun ini, kalau, ini kan kita bergantung pada sesuatu yang belum sepenuhnya hak kita, kalau sekiranya anggaran belum mengizinkan, insyaAllah tahun depan hampir pasti akan bisa kita lakukan," Jelas Ridwan didepan Massa Aksi usai melakukan Audiensi sesi pertama.
Bukan hanya terkait fasilitas maupun aturan kampus yang dipersoalkan dalam aksi kali ini, akan tetapi ada persoalan terkait berubahnya persyaratan bagi mahasiswa yang ingin menyandang gelar Cum Laude. Ridwan menegaskan bahwa hal tersebut bukan keinginan Kampus melainkan peraturan baru yang diberikan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).
"Berkaitan dengan Cum Laude, jadi kita bekerja itu atas dasar aturan kita tidak bisa bekerja itu tanpa berdasarkan aturan, aturan yang dikeluarkan oleh Kementerian Ristekdikti itulah yang harus kita ikuti ya, karena aturannya bunyinya seperti itu maka kita harus mencoba, mengakomodir peraturan-peraturan itu ke dalam sistem yang ada di Universitas Bengkulu," Tegasnya saat menyampaikan hasil Audiensi sesi pertama.
Presiden Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Besar Mahasiswa (BEM KBM) Universitas Bengkulu Zulfan Idris juga mengatakan beberapa tuntutan sudah menemui titik terang dan penjelasan dari pihak rektorat untuk menyelesaikan persoalan dan tuntutan yang disuarakan oleh Massa aksi. "Beberapa tuntutan kami sudah menerima akan hal itu, akan tetapi ada beberapa tuntutan yang akan kita lakukan lagi,vkita bahas lagi sehabis solat Jumat," Ucap Zulfan kepada awak media.(CW4)
- 50 views
Facebook comments