Kades Gembolkarya Minta Pemerintah Segera Renovasi Rumah Warganya Yang Ambruk Dengan Program Rutilahu
Karawang, Tuntasonline.com - Rumah milik pasangan suami Istri (Pasturi) Suheri dan Rokayah hanya berukuran sekitar 6x7 meter, yang berdinding bilik bambu dengan tiang penyangga dari bambu dan berlantaikan tanah. Selain itu, tidak memiliki kamar mandi di dalam dan sudah layak untuk mendapatkan bantauan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).
Hasil informsi yang dihimpun Wartawan Tuntasonline.com (24/02/18), nasib Suheri (60) warga Dusun Cibarusah Rt 02/01 Desa Gempolkarya Kecamatan Tirtajaya Kabupaten Karawang, nasibnya malang betul, karena rumah satu - satunya yang ia miliki untuk tempat berteduh ambruk pada hari Jum'at (23/02/18),
"Harapan dari Pemerintah dengan program pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang selama ini ia idam - idaman pun tak kunjung datang. Hal tersebut, rumah yang ia tinggali memang sudah dalam keadaan lapuk dan keropos. Akibat himpitan ekonomi sehingga "suheri" tidak bisa berbuat banyak.
Selain itu Suheri mengatakan, sebelum rumah saya ambruk, mungkin rumah saya sudah tidak layak huni lagi, karena keadaan rumah saya ini sudah pada rapuh, dan tidak mampu untuk memperbaiki. Buat makan saja susah, apalagi buat bangun rumah,
Di akuinya, is sangat mengharapakan bantuan dari Pemerintah agar membangun atau membenahi kembali rumahnya, karena Program Rutilahu yang pernah di sodorkan belum kunjung datang. "Saya hanya berharap dapat bantuan dari Pemerintah saja,"harapnya.
Senada dengan Suheri, sang istri, Rokayah (40) mengatakan, sejak rumahnya ambruk, dirinya beserta keluarga untuk sementara terpaksa mengungsi dirumah tetangga,
"Dengan kondisi suami yang tidak bekerja karena faktor usia. Sedangkan untuk menafkahi kebutuhan sehari-hari, Rokayah menjajakan makanan untuk di jual. "Untuk sehari - hari mah saya hanya jualan makanan, sekarang saya hanya mengharapkan uluran tangan pemerintah dan para darmawan,"terangnya.
Sementara Kepala Desa Gempolkarya, Acep Doyok menjelaskan, sebelumnya dari pemerintah desa sudah mengajaukan kepada dinas terkait, namun hingga saat ini belum kunjung di realisasi. Saking seringnya, ia mengaku hampir bosan mengajukan batuan Rutilahau yang ada di desanya. "Sudah sering kita ajukan, tapi gimana keadaannya belum juga di realisas,"katanya melalui seluler.(Sule)
- 42 views
Facebook comments