Skip to main content
Petani Kesulitan Menuju Lokasi Persawahan

Petani Kesulitan Menuju Lokasi Persawahan

Kesulitan dialami petani dalam menuju lokasi tani akibat putusnya jembatan gantung yang menghubungkan pemukiman dengan lahan persawahan warga.

Desa Lubuk Gedang, Kecamatan Lais, Bengkulu Utara (21/09/2017) jembatan gantung di wilayah tersebut putus diterjang luapan air sungai. Menyebabkan para petani harus menyeberangi sungai lebar tujuh puluh meter untuk mencapai lahan persawahannya.

Kepala Desa Lubuk Gedang Syahriluddin turut prihatin atas apa yang harus di alami para petani Desa Lubuk Gedang. pasalnya diseberang situ terdapat 180 hektar sawah yang diperkirakan sebulan setengah lagi akan tiba musim panen.

Petani harus menempuh jarak puluhan kilo meter, termasuk menyeberangi sungai selebar tujuh puluh meter untuk tiba di lokasi persawahan mereka.

“Ini adalah akses terdekat kami, akibat rusaknya jembatan ini warga terpaksa menyeberangi sungai, jika tidak petani-petani tersebut harus menempuh jarak puluhan kilo meter untuk sampai ke sawahnya.” tutur syahriluddin saat ditemui di lapangan (29/09).

Baru dua tahun jembatan itu di bangun, saat ini kondisinya tidak dapat dilalui, bahkan semua lantai jembatan yang terbuat dari papan hanyut dibawa arus air. Tak hanya itu, pondasi jembatan yang terbuat dari beton juga sudah ambruk.

“Kini yang tersisa hanya tali seling pengaman jembatan. Kami warga berharap agar pemerintah menindak lanjuti permasalahan ini, demi kelancaran para petani kami.” harap kades.

Ir Made Astawa, MM selaku Kepala Badan Penanggulangn Bencana Daerah melalui Kabid Rehab Rekon Suyoto, yang juga meninjau lokasi, menjelaskan bahwa pihaknya sudah membuat laporan. Yang nantinya laporan yang sudah dibuat dan dicek tersebut akan diserahkan kepada Bupati Bengkulu Utara.

“Kami sudah ambil sample foto dan laporan masyarakat. Bukti itu akan diserahkan kepada Pak Bupati secepat mungkin.” tegas Suyoto. (SULE/Cw1)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size