Bupati Asahan Luncurkan Inovasi ASTABRATA
Asahan, TuntasOnline.id - Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., resmi meluncurkan inovasi ASTABRATA (Akselerasi Strategis Tata Kelola Berbasis Data, Resiliensi, Adaptasi dan Pengentasan Kemiskinan), Senin (21/9/2026).
Peluncuran inovasi tersebut berlangsung di Aula Melati Kantor Bupati Asahan dan dihadiri para Asisten, Staf Ahli Bupati, pimpinan OPD, Kepala BPS Kabupaten Asahan, Camat se-Kabupaten Asahan serta tamu undangan lainnya.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Asahan Jutawan Sinaga, S.STP., M.AP., menjelaskan ASTABRATA disusun untuk mendukung pencapaian RPJMD 2025-2029, khususnya dalam penanganan PPKS, pengurangan kemiskinan, peningkatan ketepatan sasaran perlindungan sosial serta percepatan kemandirian keluarga penerima manfaat.
Menurutnya, ASTABRATA bukan merupakan program bantuan baru dan tidak mengambil alih kewenangan perangkat daerah. Inovasi tersebut menjadi mekanisme untuk memastikan setiap keluarga mendapatkan intervensi sesuai kondisi dan kebutuhannya.
Pada tahap awal, ASTABRATA mencakup seluruh 25 kecamatan di Kabupaten Asahan dengan target minimal 100 keluarga penerima manfaat usia produktif.
Mekanisme ASTABRATA dilaksanakan melalui tujuh tahapan, yakni penetapan data sasaran, asesmen, klasifikasi, penyusunan Rencana Intervensi Individual, rujukan dan intervensi, pemantauan hingga verifikasi akhir.
Jutawan menegaskan, graduasi bukan sekadar mencoret nama dari daftar penerima bantuan, tetapi merupakan hasil dari asesmen, pemberdayaan, pendampingan dan verifikasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
"Keberhasilan diukur dari kemampuan keluarga mempertahankan penghasilan secara berkelanjutan," jelasnya.
Sementara itu, Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin menegaskan pengentasan kemiskinan harus didasari data yang lengkap, akurat dan mutakhir.
"Data yang kuat akan menghasilkan perencanaan yang tepat. Perencanaan yang tepat akan menghasilkan program yang sesuai kebutuhan. Program yang tepat akan memberi manfaat nyata bagi masyarakat," tegasnya.
Bupati juga meminta jajaran terkait segera menuntaskan Sensus Ekonomi 2026 yang saat ini telah mencapai 82,5 persen hingga 100 persen paling lambat akhir September 2026.
Seluruh jajaran diminta menyisir sasaran yang belum terdata agar tidak ada masyarakat yang terlewat dalam proses pendataan.
Selain itu, Bupati mengingatkan pentingnya Parlinsos Digital agar pendaftaran penerima bantuan dapat dilakukan secara lebih akurat. Sosialisasi dinilai harus sampai kepada masyarakat, termasuk dengan memperbanyak Agen Parlinsos Digital hingga tingkat dusun.
Warga yang mengalami kesulitan dalam menggunakan teknologi juga diminta tetap mendapatkan pendampingan.
Menurut Bupati, Sensus Ekonomi, Parlinsos Digital dan ASTABRATA berjalan searah dalam memperkuat data sebagai dasar kebijakan.
Ia mengajak seluruh jajaran meninggalkan pola kerja sendiri-sendiri dan menyatukan upaya dalam penanganan kemiskinan agar berjalan lebih efektif.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Asahan juga menyerahkan secara simbolis bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) kepada calon keluarga mandiri.
Kegiatan yang diawali dengan Indonesia Raya dan doa tersebut berakhir sekitar pukul 11.45 WIB dalam keadaan aman, lancar dan sukses.
- 3 views
Facebook comments