Baru Selesai Dibangun Drainase Rejosari Sudah Roboh
PALI, TuntasOnline.com - Pembangunan Drainase yang dikerjakan Kontraktor CV. Jaya Wijaya Pratama di Rejosari RT 26 kelurahan Talang Ubi Utara Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Provinsi Sumatera Selatan menyita perhatian, karena meski baru dibangun, drainase ini sudah roboh.
Menurut laporan dari masyarakat Sabtu 20 November 2021 melalui via telphon mengatakan "ada pembangunan drainase roboh padahal baru dibangun, coba di cek," ujarnya.
Pantauan di lapangan drainase tersebut dalam kondisi roboh, 21/11/2021, Pembangunan drainase tersebut di kerjakan oleh CV.Jaya Wijaya Pratama, sumber dana APBD kabupaten PALI yang direalisasikan Dinas Perumahan dan Pemukiman.
Anggaran Kontrak Rp.199.224.000,-(Seratus Sembilan Puluh Sembilan Juta Dua Ratus Dua Puluh Empat Ribu Rupiah).
Nomor kontrak 028/97/SPK/PM/DPKP/X/2021.
"Namun sampai saat ini belum jelas faktor robohnya pembangunan drainase tersebut apakah akibat alam atau akibat kesalahan dari pihak kontraktor," ungkap warga setempat yang namanya minta dirahasiakan.
Namun menurut N.P.RM. selaku pengamat pembangunan di kabupaten PALI mengatakan, ini dapat kita duga kontraktor terindikasi korupsi, sebab dapat kita lihat dari hasil pembangunan tersebut.
"Kita lihat mulai dari pembesian behel yang di pasang terlalu kecil, sepertinya menggunakan behel banci, lalu kita lihat dari hasil cor beton drainase yang di kerjakan asal jadi tak elok dipandang mata," tuturnya.
"Na kemungkinan terjadinya roboh akibat ketahanan pembesian tulangan (Behel) drainase terlalu kecil, serta disinyalir mutu kualitas dari cor beton drainase tersebut tidak sesuai dengan semestinya," sambungnya
Menurut pandangan ZN dan ASN yang biasa malang melintang bergerak di dunia Pembangunan kontruksi Nusantara di perusahaan perusahaan besar salah satunya seperti perusahaan BUMN dalam bidang konsultan perencana, pengawasan, sangat teriris melihat hasil dari Pembangunan di bidang Inprastruktur yang ada di kabupaten PALI.
Banyak terjadinya insiden seperti itu dapat kita duga pihak ketiga hanya memprioritaskan “Profit Oriented” hingga dalam pelaksanaan Saya kira Melalaikan metoda pelaksanaan maupun persyaratan Teknis yang di isyaratkan, Seperti Base, sub Base, material, maupun Kualitas Beton sendiri, sehingga hasil Pekerjaan berdampak pada kuat beton, usia beton. Bisa dilihat dari gejala awal yaitu aus beton, retak-retak, penurunan jalan.
Namun ini pekerjaan yang komplek artinya sinergi Perencaan, Pelaksanaan dan Pengawasan yang di tunjuk oleh stek holder dalam hal ini SKPD terkait (Red. Dinas Perkim Kabupaten PALI).
"Saya duga ketiga element penting ini kurang melakukan koordinasi maupun rekoordinasi yaitu peran dan fungsi Supervisi – Kontraktor dan Dinas Terkait," ujarnya.
"Jika pengawasan dan Koordinasi rutin tiap permasalahan maupun perkembangan kegiatan, untuk memenuhi tuntutan persyaratan yang di isyaratkan serta mengacu pada metoda pelaksanaan tentu hasilnya di duga tidak seburuk itu,” ujarnya, saat di konfirmasi awak media.
Dinas Perkim melalui Ardi selaku PPK pekerjaan tersebut mengungkapkan besok (Senin) akan segera mengecek kelapangan, ungkapnya kepada awak media saat di konfirmasi melalui via WhatsApp.(Jerry)
- 162 views
Facebook comments