Akademisi USU Soroti Kinerja 3 Tahun Gubsu Dan Bupati Deliserdang
Sumatera Utara, TuntasOnline.com - Sudah hampir satu tahun lebih lamanya jembatan Tuntungan yang mengalami longsor dan miring akibat terkikis karena meluapnya sungai Belawan dan menggeser Jembatan Merah Tuntungan di Desa Durin Jangak, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara rusak parah akibat di terjang banjir besar 5 Desember 2020 yang lalu, namun hingga saat ini belum ada juga tanda-tanda diperbaiki.
Hal ini menyebabkan pada Hari jumat 10 September 2021 kemarin jembatan tersebut sudah mengambil korban kendaraan bermotor yang lewat hingga terjatuh dan terbalik.
Hal ini membuat Sekretaris Umum DPP Pemuda Merga Silima (PMS) Dr Bengkel Ginting angkat bicara.
Bengkel Ginting, yang pernah menjabat Ketua KPUD Karo, kepada tuntasonline com Sabtu (11/09) mengatakan, bahwa Jembatan Merah Tuntungan menjadi jalan penghubung akses ke Kota Medan dari Kabupaten Deli Serdang yang cukup vital.
Sampai saat ini, tak ada kejelasan soal kapan perbaikan area longsor di jembatan tersebut walau kerap memakan korban padahal Gubsu Edy Rahmayadi juga sudah memerintahkan Dinas PUPR untuk memperbaiki namun hampir satu tahun tidak terealisasi, jangan sempat menimbulkan korban lagi
Sekretaris Umum DPP PMS Bengkel Ginting, sangat menyesalkan lambannya penanganan yang dilakukan pemerintah provsu mengingat kampus UINSU juga ada didaerah tersebut serta masyarakat setempat sangat bergantung kepada jembatan tersebut dikarenakan satu-satunya jalan akses penghubung terdekat baik ke pajak Pancur Batu maupun ke kota medan bahkan jembatan tersebut merupakan jalan alternatif menuju Binjai dan Kabupaten Langkat. “Perekonomian masyarakat jadi lumpuh bila tidak segera ditangani,”beber Bengkel Ginting.
Kondisi jembatan Merah Tuntungan tersebut sudah miring dan sebagian besi penahan atas telah bengkok. Namun, perbaikan yang terlihat hanya pengerjaan pembuatan penahan saja.
Gubsu dan Pemkab Deli Serdang segera mencari solusi untuk mengatasi kerusakan jembatan tuntungan tersebut, "Jangan nanti bertambah lagi korban, baru ada perhatian. "Kita kecewa gubernur, bupati Deli Serdang dan anggota DPRD Sumut dan Deli Serdang yang dapilnya mewakili wilayah tersebut, belum ada informasi ke publik apa yang mereka buat solusinya
Kita juga maklum dalam masa pandemi saat ini, anggaran banyak yang di refocusing, tapi program yang urgen menyangkut rakyat sama pentingnya. Kita makin ragu atas komitmen kerakyatan pemimpin di eksekutif dan legislatif, tambah dosen fisip USU dan mantan anggota KPU Sumut.
Mari kita tunggu terobosan Gubsu agar ada jejak kepemimpinannya dalam menyelesaikan masalah rakyat dalam 3 (tiga) tahun masa kepemimpinannya menjabat gubsu yang berjanji membawa Sumut bermartabat, akan sangat ironi, problem yang dekat kota Medan sebagai ibukota provinsi tak mampu ditangani. Demikian juga bupati Deli Serdang agar pro aktif, sebab masyarakat di wilayahnya menderita akibat jembatan penghubung tersebut tak kunjung diperbaiki.
“Kalau hanya sekedar pembangunan penahan saja, saya rasa tidak akan bertahan lama, sebab kondisi jembatan sudah miring dan pondasinya sudah longsor."Pungkasnya (RT/TO)
- 154 views
Facebook comments