Drainase Diduga Asal Jadi, Fungsi Pengawasan DPUBM PALI Dipertanyakan
PALI, TuntasOnline.Com - Kurangnya pengawasan terhadap pembangunan drainase yang ada di Talang Subur Kelurahan Talang Ubi Selatan Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abang Lematang Ilir membuat para pekerja kepala tukang yang ditugaskan oleh kontraktor mengerjakan asal jadi.
Padahal semua pekerjaan tender maupun non tender harus dikerjakan sesuai rencana anggaran biaya dengan nilai kontrak dan volume yang cukup.
Baca Juga : Kapolri dan Panglima TNI Kunker ke RSKI Pulau Galang Batam
Namun apa jadinya jika pihak pengawas maupun konsultan tidak ada dilapang tentu pekerjaan tersebut tidak dilakukan dengan keadaan normal.
Demikian yang terjadi pada pembangunan drainase di talang subur kelurahan talang ubi selatan dengan Penyedia Jasa CV. Dua Pandawa Sakti dengan nomor kontrak : 094/002PDKPPDTS/SPK.PL/APBD/DPU/V2020 dengan nilai sebesar Rp 199.088.000.
Seperti yang ditemukan beberapa masyarakat dan wartawan pembangunan drainase diduga menyimpang dengan modus mencuri volume dengan cara di gali sisi kiri dan kanan dinding drainase agar volume terlihat mencukupi padahal nyatanya bagian bawah kurang volume.
Dikatakan Viktor ST bahwa volume lebar sisi kiri dan kanan drainase 12 cm namun saat di lakukan pemeriksaan ya ada di temukan 7 cm dan juga ada yang normal.
Dengan demikian kenapa justru bukan pengawas atau konsultan yang lebih tau, Malah sebaliknya warga dan wartawan yang menemukan.
Dikatakan Warga setempat yang tidak ingin disebutkan namanya bahwa selama dari mulai galian c sampai pengecoran tidak ada pengawas yang datang melainkan hanya pesuru dan perintah kepala tukang yang dijalan ke pekerja.
"Dak ado pengawas nyo wajar bae yang begawe sekendak," Kata dia (12/06/2020).
Baca Juga : Pemkot Padangsidimpuan Lakukan Penaburan 5000 Benih Ikan
Menanggapi penjelasan PPTK di Dinas PU BM yang mengatakan jika volume kurang bisa ditambahkan pada meter maju kedepan Salah satu masyarakat peduli pembangunan PALI mempertanyakan Kemana pengawas kenapa ini tidak prosedural dalam menjalankan tugasnya.
"Sangat salah jika kekurangan volume mau di tambahkan meter maju kedepan, Kan RAB itu dibuat dengan teknis dari pada kekuatan bangunan, kalau tidak, dibenahi tentu kekuatan dan ketahanan bangunan dipertanyaan diragukan," jelas masyarakat yang namanya mintak tidak disebutkan.(Tim)
- 366 views
Facebook comments