Skip to main content
Foto Bersama

Genjot Program Strategis, Rohidin Temui Wapres

Jakarta, TuntasOnline.Com - Genjot program strategis Provinsi Bengkulu, Gubernur Rohidin Mersyah lakukan pertemuan terbatas dengan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, di Sekretariat Wakil Presiden, Selasa, 19/12/2018.

 

Dalam pertemuan ini, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, memaparkan terkait pengembangan dan pengelolaan Bandara Fatmawati oleh PT. Angkasa Pura II, Pengembangan KEK Pulau Baai, pembangunan infrastruktur yang menghubungkan rel Kereta Api Linggau-Pulau Baai, dan Perubahan Peningkatan IAIN menjadi Universitas Islam Negeri (UIN).

 

Mendengar paparan Gubernur Bengkulu, Wakil Presiden Jusuf Kalla mendukung program yang telah dicanangkan pemerintah Provinsi Bengkulu tersebut, dan akan berkoordinasi dengan beberapa kementerian, agar program tersebut segera direalisasikan.

 

“Barusan jam 16.00 ini, beliau mengabari bahwa apa yang kami bicarakan di ruang kerja beliau pagi tadi telah ditindaklanjuti. Wakil Presiden sudah panggil Menteri terkait, khususnya Menteri Perhubungan, dan sepakat untuk segera direalisasikan,” ujar Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah.

 

Realisasi program strategis Provinsi Bengkulu tersebut, lanjut gubernur, diharapakan dapat memacu akselerasi pertumbuhan perekonomian wilayah barat pulau sumatera.

 

“Apabila akses konektivitas infrastruktur terwujud, maka produktivitas masyarakat akan meningkat dan kesejahteraan masyarakat Bengkulu akan lebih baik, termasuk upaya peningkatan investasi di Provinsi Bengkulu,” pungkas Gubernur yang baru saja sabet penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya 2018 ini. (Media Center, Humas Pemprov Bengkulu)

Bela negara kewajiban Bersama 

Sekda Provinsi Nopian andusti bertindak sebagai inspektur memimpin upacara  peringatan hari bela negara ke-70 yang digelar di halaman kantor Gubernur,  Rabu (19/12)

Upacara peringatan ini dihadiri unsur Forkopimda dan kepala OPD di lingkungan pemerintah Provinsi Bengkulu serta diikuti ASN Pemprov,  TNI,  Polri,  Satpol PP dan Para Pelajar. 

Upacara diawali dengan mengheningkan cipta,  pembacaan  ikrar bela negara dan dilanjutkan dengan pembacaan amanat presiden Joko Widodo. 

Dalam amanat presiden yang dibacakan Sekda dijelaskan, Hari Bela Negara ini dicanangkan untuk menghormati dan mengajak semua warga negara untuk membela negara melebihi panggilan tugas yang menjadi tanggung jawabnya

Bela negara tidak bisa hanya dilakukan dengan kekuatan fisik dan senjata semata,  namun harus dilakukan melalui beragam upaya dan profesi. tidak sekedar oleh aparatur negara saja namun bersama-sama dengan segenap elemen bangsa dan negara

Sebagai negara besar dengan penduduk terbanyak ke 4 di dunia.  Negara maritim dengan ribuan pulau dan bangsa yang bhineka dalam suku,  ras dan agama,  harus bersyukur bahwa negara kita tetap rukun damai dan bersatu

"Untuk itu saya mengajak semua elemen bangsa mewujudkan rasa syukur atas anugerah kemerdekaan,  persatuan dan kesatuan dengan aksi bela negara di berbagai bidang" tutur Nopian menyampaikan pesan presiden

Nopian menambahkan,  Upacara ini  merupakan moment untuk mengingat kembali kewajiban sebagai warga negara indonesia untuk membela NKRI.(AMG)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size