Ketua DPW PKB : Wartawan Berangkat Januari, Kunjungi Desa yang Maju
Bengkulu, TuntasOnline.Com - Terkait pemberitaan salah satu media berita online yang menyebut Mendes PDTT RI Eko Putro Sandjojo PHP, Ketua DPW PKB Provinsi Bengkulu Herliardo angkat bicara.
Untuk diketahui, sebelumnya Mendes sempat mewacanakan yang akan mengajak wartawan Provinsi Bengkulu mengunjungi Desa yang telah maju di Luar Provinsi Bengkulu.
“Ga mungkin la Mendes PHP, ga benar itu,” kata Herliardo kepada Garuda Daily, Minggu malam, 18 November 2018.
Dia membenarkan rencana Mendes membawa 20 wartawan mengunjungi desa-desa di Provinsi Bengkulu. Dan akan terealisasi pada Januari 2019 mendatang.
“Data wartawan yang diikutsertakan baru diterima bulan Oktober, dan Januari berangkat mengunjungi desa-desa yang dimaksud oleh Mendes,” terang Herliardo.
Terkait desa-desa mana saja yang akan dikunjungi, ia kurang mengetahuinya.
“Yang pasti desa-desa yang sudah maju,” pungkasnya.
Melansir berita sebelumnya, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) RI Eko Putro Sandjojo mendapat cibiran dari wartawan Bengkulu atas janjinya.
Apa itu? Pada pertemuan dengan sejumlah wartawan dan organisasi media di Hotel Horizon Bengkulu, Eko menjanjikan akan mengirimkan sebanyak 20 wartawan Bengkulu untuk melakukan peliputan di desa-desa yang menjadi sasaran program kementerian. Adapun tujuannya adalah agar kemajuan di desa itu dapat dipublikasikan di Bengkulu, agar menjadi acuan dan inspirasi memajukan desa-desa di Bengkulu.
“Nanti dikirim 20 wartawan untuk melihat kemajuan desa di daerah lain utnuk disebarluaskan agar menjadi inspirasi desa di Bengkulu,” kata Eko saat diskusi bersama wartawan dan pimpinan media, Sabtu 4 Agustus 2018 lalu.
Namun, hingga menjelang akhir tahun 2018, belum ada tanda-tanda akan ada pengiriman 20 wartawan itu oleh Menteri Eko.
Satria, salah satu wartawan media online di Bengkulu mengaku kecewa dengan pernyataan menteri yang terkesan mudah melontarkan janji.
“Wartawan dianggapnya komoditi politik apa ya? Kalau wartawan saja sudah berani di ‘PHP’ apalagi rakyat,” kata Satria, Minggu 18 November 2018.
Dikatakan Satria, dirinya tidak terlalu berharap dapat diikutsertakan di antara 20 wartawan itu, namun dengan adanya keterwakilan, informasi akan mudah disebarluaskan nantinya.
“Saya tahu diri masih banyak wartawan senior, namun kalau di ‘PHP’ kan ga enak, sebagai sesama profesi wartawan, kami bersolidaritas,” katanya. (GRD/**)
- 40 views
Facebook comments