Banyaknya Fenomena Gelombang Tinggi, Ka Meteorologi : Diperkirakan Sampai 28 Juli Cukup Tinggi
Bengkulu, TuntasOnline.Com - Fenomena Gelombang Air Laut yang Tinggi di Provinsi Bengkulu kian menyita perhatian dan keprihatinan publik Bengkulu, pasalnya telah banyak kejadian yang terjadi terkait fenomena tersebut. Dalam penjelasannya Kepala Stasiun Meteorologi Fatmawati Soekarno Bengkulu memperkirakan puncaknya tanggal 28 Juli.
Saat dijumpai di Ruang Kerjanya pada Kamis Pagi (26/07), Warjono Kasmet mengungkapkan bahwa kejadian ini memang terjadi di seluruh Samudera Hindia. Mulai dari Provinsi Bali hingga Bengkulu.
"Kejadian ini memang terjadi di Seluruh Samudera Hindia, dari Bali hingga Bengkulu memang masih terjadi. Sebelumnya diperkirakan puncaknya diperkirakan pada tanggal 25 Juli, namun memang masih ada jadi disimpulkan sampai tanggal 28 Juli 2018 gelombang masih cukup tinggi" ungkapnya.
"Terlebih di Enggano itu, gelombang bisa mencapai 6 meter. Satu minggu sebelum itu kita telah memberikan informasi terkait hal tersebut, dan dari pihak Polda, BPBD telah gencar melakukan peringatan kepada masyarakat" tambahnya.
Dikatakan oleh Warjono, Gelombang Tinggi tersebut memang hal yang wajar dari Angin Timuran serta Ia juga mengakui Gelombang saat ini lebih tinggi dari dari waktu atau musim yang pernah ada.
"Kali ini memang cukup tinggi untuk di Bengkulu karena memang faktor angin timuran tapi relatif konstan namun lebih parah lagi pada saat baratan karena gelombang tinggi tapi datangnya tiba-tiba" ujarnya.
"Kalau angin timuran itu gelombangnya konstan dan mudah dibaca, dan ini sering terjadi selama April-September. Tapi kalau angin baratan sering terjadi gelombang namun tiba-tiba dan agak sukar terbaca, namun kali inilah gelombang mencapai 6 meter" tambahnya.
Berikut data detail yang diterima TuntasOnline.Com dari Stasiun Meteorologi :
- TINGGI GELOMBANG 1.25-2.5 M BERPELUANG TERJADI DI :
SELAT MALAKA BAGIAN UTARA
PERAIRAN SELATAN KEP. SERMATA
PERAIRAN TIMUR P. SIMUELUE KEP. TANIMBAR
PERAIRAN TIMUR KEP. NIAS
PERAIRAN SELATAN KEP. KEl- ARU
PERAIRAN TIMUR KEP. MENTAWAI PERAIRAN KOTABARU
SELAT SUNDA BAGIAN UTARA
SELAT MAKASSAR BAGIAN SELATAN
PERAIRAN SELATAN FLORES LAUT BANDA
LAUT SAWU BAGIAN UTARA DAN LAUT LAUT ARAFURU
TIMOR AIRAN UTARA KEP. TALAUD
PERAIRAN SELATAN KUPANG P. ROTE
PERAIRAN UTARA KEP. HALMAHERA
SELAT OMBAI
SAMUDERA PASIFIK UTARA HALMAHERA
- TINGGI GELOMBANG 2.6-4.0 M BERPELUANG TERJADI DI:
PERAIRAN BARAT ACEH LAUT SAWU BAGIAN SELATAN
SELAT SUNDA BAGIAN SELATAN
PERAIRAN SELATAN P. SAWU
SELAT ALAS BAGIAN SELATAN
SELAT SUMBA BAGIAN BARAT
PERAIRAN SELATAN P. SUMBA
SELAT SAPE BAGIAN SELATAN
- TINGGI GELOMBANG 4.0-6.0 M BERPELUANG TERJADI DI :
PERAIRAN UTARA DAN BARAT SABANG
PERAIRAN SELATAN JAWA
PERAIRAN BARAT P. SIMEULUE
PERAIRAN SELATAN BALI HINGGA MENTAWAI SUMBAWA
PERAIRAN ENGGANO - BENGKULU
SELAT BALI BAGIAN SELATAN
PERAIRAN BARAT LAMPUNG
SELAT LOMBOK BAGIAN SELATAN
SAMUDRA HINDIA BARAT SUMATERA
SAMUDRA HINDIA SELATAN JAWA
PERAIRAN SELATAN BANTEN HINGGA NTB.
Mengingat situasi tersebut diharap memperhatikan resiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran sebagai berikut :
- Perahu nelayan waspadai angin dengan kecepatan di atas 15 knot dan ketinggian gelombang di atas 1.25 m,
- Kapal tongkang waspadai angin dengan kecepatan lebih dari 16 knot dan ketinggian gelombang lebih dari 1.5 m,
- Kapal Ferry waspadai kecepatan angin lebih dari 21 knot dan ketinggian gelombang lebih dari 2.6 m sedangkan
- Kapal Ukuran Besar seperti kapal kargo atau kapal pesiar waspadai kecepatan angin lebih dari 27 knot serta ketinggian gelombang lebih dari 4.0 m.
Serta Nelayan di daerah barat Sumatra, selatan Jawa, Bali, NTB, NTT, serta daerah lainnya, khususnnya yang tercantum dalam daftar Peringatan Dini di atas diharapkan mempertimbangkan kondisi tersebut sebelum melaut.(ReTra)
- 53 views
Facebook comments