Safari Ramadhan ke-5, Bupati Kunjungi Masjid Baitussalam Geulumpang VII, Matang Kuli
Aceh Utara, tuntasonline.com – Dalam safari Ramadhan pada hari kelima, Pemkab Aceh Utara mengambil lokasi untuk Tim A yang dipimpin oleh Bupati H Muhammad Thaib mengunjungi Masjid Babussalam Gampong Geulumpang Tujuh Kecamatan Matangkuli, Senin (28/05/2018), sementara tim B yang dipimpin Wabup Fauzi Yusuf berkunjung ke Masjid Baitul Maghfirah Gampong Blang Bidok Kecamatan Tanah Luas.
Kehadiran Bupati H Muhammad Thaib bersama anggota tim disambut antusias oleh masyarakat setempat yang telah menunggu sejak sore hari seraya menyiapkan sajian makanan untuk berbuka puasa. Dalam rombongan ini juga ikut hadir Ketua KPA Wilayah Pase Tgk Zulkarnaini Hamzah, guru tilawah Tgk Faisal Amsa, SSos, dan penceramah Tgk H Mustahafa Thaib (Abi Peurupok) dari Rabithah Aceh Utara.
Buka puasa bersama yang digelar di pelataran masjid turut diramaikan oleh jajaran Muspika Matangkuli, para tokoh masyarakat, pimpinan dayah dan balai pengajian, serta puluhan warga masyarakat. Seusai shalat magrib dan isya berjamaah, kemudian dilanjutkan shalat tarawih, serta siraman rohani yang disampaikan oleh Abi Peurupok.
Pada kesempatan itu, Bupati H Muhammad Thaib mengatakan kedatangannya ke Glumpang Tujuh semata-mata untuk bersilaturahmi dengan warga masyarakat. Pihaknya menitip pesan agar masyarakat terus menjaga suasana damai di Aceh Utara, jangan pernah ada dalam pikiran untuk melakukan kekacauan, apalagi melakukan bom bunuh diri seperti yang pernah terjadi di daerah lain.
Menurut Cek Mad, sapaan akrab Bupati, bunuh diri tidak pernah diajarkan dalam Islam walau untuk tujuan apapun. Warga Aceh Utara tidak boleh ada yang punya rencana melakukan hal-hal seperti itu.
“Jangankan masuk surga, bahkan matipun di luar agama Islam, alias mati kafir,” kata Cek Mad di hadapan jamaah.
Siraman rohani yang disampaikan oleh Abi Peurupok di antaranya membahas selain bom bunuh diri yang dapat mematikan pelaku dan orang lain, ada bom lain yang sangat berbahaya bagi masyarakat Aceh karena juga dapat membuat binasa dan mematikan. Bom itu adalah narkotika dan obat-obatan terlarang.
“Bom ini malah lebih mengerikan karena matinya pelan-pelan, setelah orangnya mabuk, teler dan gila karena seluruh jairngan otak dan urat tubuhnya telah rusak binasa,” katanya.
Oleh karena itu, Abi Peureupok mengajak para jamaah menjaga diri, anak-anak serta seluruh generasi Aceh dari bom tersebut. Bom itu sudah masuk hingga pelosok kampung dan kian meraja lela di tengah masyarakat, tersebab itu perlu kewaspadaan dari semua pihak.
“Mari kita waspadai bersama, kalau kita harapkan pak polisi atau Pemda saja tentu tidak sanggup melakukan itu,” ujarnya.
Sementara di Masjid Baitul Maghfirah Gampong Blang Bidok Kecamatan Tanah Luas, Wabup Fauzi Yusuf dalam sambutannya juga mengajak para jamaah untuk mewaspadai wabah Narkoba, aliran sesat dan digital informasi yang berbahaya bagi anak-anak. Pihaknya juga mengajak menghidupkan jamaah shalat shubuh di masjid-masjid bukan hanya di bulan Ramadhan.
Seperti di lokasi sebelumnya, di kedua masjid ini Bupati dan Wabup juga menyerahkan bantuan berupa satu unit mikrofon wireless dan dua lembar sajadah, yang diterima langsung oleh Imum Syik masjid setempat. (Zaini)
- 47 views
Facebook comments