Skip to main content
Rantau Bayu Waka Kesiswaan SMA PGRI

Wow.....! SMA Swasta Di Bengkulu Terpaksa "Mengungsi" Pelaksanaan UNBK 2018

Bengkulu, tuntasonline.com  -  Pelaksanaan UN yang mewajibkan peserta ujiannya menggunakan komputer membuat beberapa SMA Swasta di Bengkulu "mengungsikan" muridnya untuk mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK),Hal ini dikarenakan sekolah- sekolah ini belum memiliki fasilitas laboratorium komputer yang memadai. 

Hal ini diamini oleh RantauBayu selaku Waka Kesiswaan SMAS PGRI Bengkulu, mereka terpaksa "mengungsikan"  siswa kelas XII mereka ke SMKN 1 Kota Bengkulu. "Karena sekolah kita belum mempunyai fasilitas laboratorium komputer jadi terpaksa kita meminjam laboratorium komputer SMKN 1 untuk murid kita pakai selama UNBK 2018 ini", kata Bayu. 

Alasan mereka meminjam fasilitas laboratorium komputer SMKN 1 dikarenakan jadwal UN untuk SMK sudah selesai karena berlangsung tanggal 2-5 April lalu. Jumlah siswa SMAS PGRI yang mengikuti UNBK 2018 ini ada sebanyak 21 siswa. 

Menurut Bayu pihak SMAS PGRI sudah mengajukan bantuan kepada Dinas Dikbud Provinsi Bengkulu untuk pengadaan komputer di sekolah mereka tetapi belum ada tanggapan yang berarti dari pihak Dikbud Provinsi Bengkulu.  "Sudah kita ajukan proposal permohonan bantuan tetapi belum ada tanggapannya", kata Bayu. 

Selain SMAS PGRI ada juga SMA Idhata yang terpaksa menumpang di fasilitas laboratorium komputer sekolah lain. Jumlah siswa SMAS Idhata yang mengikuti UNBK sebanyak 15 orang. 

"15 orang siswa kita ini terpaksa mengikuti ujian di SMKN 2 karena kita belum punya laboratorium komputer. Kita pilih SMK karena mereka telah lebih dulu melaksanakan UNBK minggu lalu", terang Beni Syahbudi selaku Guru SMAS Idhata. 

Baik Bayu maupun Beni sangat mengharapkan bantuan dan perhatian dari pemerintah terhadap sekolah mereka ini agar sekolah mereka ini bisa laboratorium komputer sendiri. "Kami sangat mengharapkan bantuan dari pemerintah walaupun jumlah siswa kami ini sedikit tapi siswa- siswa ini juga merupakan penerus bangsa jadi kami mohon perhatiannya agar kami bisa memiliki laboratorium komputer sendiri dan siswa kami tidak gaptek lagi", demikian harap Bayu. (cw2)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size