Skip to main content
Faktor cuaca, 2 penerjun alami insiden gagal mendarat

Faktor cuaca, 2 penerjun alami insiden gagal mendarat

kegiatan penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 100 tahun 2017 di kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) memperlihatkan atraksi 15 oenerjun payung dari ketinggian 5000 hingga 7000 Meter di atas permukaan laut, namun karena faktor angin yang tiba-tiba mengalami peningkatan dari 7 knot meningkat mencapai 50 knot yang memaksa 2 penerjun harus mendarat di luar area yang telah di siapkan.

Komando Penerjun, Kapten Cjh, Yose Damayanti mengatakan, jika insiden yang terjadi pada 2 penerjun tersebun di sebabkan karena kondisi angin yang mengalami oeningkatan secara tiba-tiba dari 7 knot menjadi 50 knot yang memaksa 2 penerjun harus mendarat pada area yang tidak aman,” dari laporan kondisi angin yangbkami terima sebelum melakukan penerjunan masih normal yaitu 7 knot, maka kami lakukan penerjunan. Namun tidak ada yang tahu jika pada saat sidah melakukan penerjunan angin tiba-tiba meningkat cepat mencapai 50 knot dan itu mengakibatkan 2 oenerjun mendarat bukan pada tempatnya,” jelas Kaoten Yose.

Kapten Yose juga mengatakan, yang jelas dari kedua penerjun yang mengalami insiden tersebut mendarat di luar area tidak mengalami akibat yang fatal,” untuk semua penerjun, pada dasarnya merupakan oenerjun dengan jamterbang yang tinggi, sehingga memang sudah terlatih untuk mendarat pada kondisi yang sangat tidak normal,” jelas Kapten Yose.

Lebih Lanjut Kapten Yose sendiri mengaku jika kegiatan penerjuanan dalam kegiatan TMMD ke 100 di Bengkulu Tengah baru oertama dilakukan oleh dirinya, sehingga tanggan cuaca menjadi hal uang masih sulit di prediksi,” untuk lokasi sendiri di Benteng sendiri ini merupakan yang pengalaman pertama untuk terjun di langin Bengkulu, dan kondisi tanah di bengkulu relatif sulit mengingat masih banyak rintangan seperti pohon dan tiang-tiang listrik, serta cuaca yang masih belum bisa di prediksi,” demikian Kapten Yose. (cw3)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size