Forkopimda Karo Tinjau Sabo Dam yang Jebol
Karo,Tuntasonline.com - Banjir lahar dingin bersamaan luncuran guguran awan panas terus menerus mulai dari Kamis malam (13/05)sekira pukul 20.33.WIB, dan Jumat (14/5) sekitar pukul 06.00.WIB ke sektor timur tenggara.
Laharan itu turut disertai sejumlah material bongkahan kayu, batu dan pasir dalam jumlah yang cukup besar.
Diketahui banjir lahar dingin Gunung Sinabung memiliki sifat merusak. Selain itu, banjir jenis ini pun memicu tingginya erosi di bantaran sungai Lau Borus yang dilalui banjir lahar yang cukup besar.
Mengakibatkan warga seputaran lingkar Gunung Sinabung sempat was-was. Karena banjir laharan menyapu areal pertanian warga sekitar disebabkan laharan tidak masuk melalui jalur Sabo Dam.
Diketahui, Sabo Dam tidak mampu menampung Laharan sebagai solusi pengendalian banjir lahar dingin dari puncak gunung Sinabung.
Bupati Karo Cory Seriwaty Sebayang bersama Wakil Bupati Theopilus Ginting didampingi Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Setyo, Dandim 0205/TK Letkol Kav Yuli Eko Hadiyanto, Kepala Dinas PUPR, Edward Pontianus Sinulingga dan sejumlah Kadis OPD terkait langsung bergerak ke lapangan untuk meninjau Sabo Dam( jalan kabupaten penghubung anatara Kecamatan Tiganderket – Kuta Buluh yang rusak parah akibat diterjang lahar dingin dari gunung Sinabung, Jumat (14/5) di Simpang Desa Sukatendel Kecamatan Tiganderket.
Menurut Bupati Karo, pada kemiringan lereng curam, mengalirnya banjir laharan ke arah dataran lebih rendah berlangsung sangat cepat. Jadi, daya kikis arus banjir lahar terhadap tepi sungai akan semakin kuat.
“Sayangnya arus laharan yang terjadi tidak terlokalisir ke area Sabo Dam, sehingga arus laharan ini meluap dan menyapu areal pertanian warga dan sempat menutup badan jalan,”Ungkap Cory.
Setelah kita tinjau, Sabo Dam yang dibangun oleh Kementerian PUPR dengan dana yang cukup besar untuk mengendalikan jalur lahar dingin, tidak mampu mengakomodir arus lahar yang membawa material bongkahan kayu, batu, pasir dan kerikil.
Sabo Dam jebol, akibat derasnya terjangan laharan sungai Bakerah dari Gunung Sinabung, sabo dam yang kelihatan kokoh dan kuat jebol menjadi jebol. Otomatis dampak laharan ini memunculkan persoalan baru.
“Banjir lahar dingin Sinabung dari dulu memang memiliki daya rusak yang kuat,” ungkap Cory S Sebayang.
Menyinggung solusi sementara, Bupati Karo Cory Sebayang langsung mengerahkan alat berat excavator, grader dan dumtruk untuk menormalisasikan 4 sabo dam untuk menormalisasi badan jalan penghubung Tiganderket – Kutabuluh.
Selain itu, alat berat ini akan membersihkan material berupa bongkahan batu kecil dan besar, kayu, pasir dan kerikil, guna antisipasi terburuk lahar dingin susulan.
Untuk tanaman pertanian warga yang ditimpa abu vulkanik, akan dibantu pembersihannya. “Sebanyak 40 unit blower direncanakan akan diturunkan. Alat ini nantinya akan dioperasikan oleh kelompok tani (Poktan) yang berada di desa terdampak,” Pungkas Bupati.(RT/TO)
- 85 views
Facebook comments