Permintaan Cabai Menurun Akibat Pendemi Covid-19
Bengkulu, TuntasOnline.com - Menjelang Bulan Suci Ramadhan 1441 H, Permintaan Cabai Merah semakin menurun di Pasaran.
Imbas dari Pandemi Covid-19 masih sangat dirasakan oleh pedagang cabai di Pasar Sayur Borokoto Bengkulu, pasalnya permintaan akan cabai dari Rumah Makan semakin menurun, Selasa (14/04/2020).
Anto Pedagang Cabai di Pasar Borokoto menyampaikan keluh kesah semenjak adanya wabah Covid-19, menurutnya Rumah Makan yang menjadi pembeli di lapaknya saat ini mengurangi permintaan setiap harinya.
"Rumah Makan yang tadinya beli cabai 10 Kilogram (Kg) sekarang tinggal 3 Kg, dan kadang tidak ngambil," kata Anto kepada TuntasOnline.com.
Kemudian saat diklarifikasi terkait omset pendapatannya, Pedagang Cabai ini menjelaskan bahwa pendapatannya jauh menurun dari sebelumnya. Harga cabai yang sebelumnya mencapai harga Rp. 30.000'- lebih saat ini hanya berkisar harga Rp. 24.000,- paling tinggi.
"Omset saya turun jauh, kisaran 40% sampai dengan 60%, harga cabai merah 22.000,- sampai dengan 24.000,- kita jualnya," ujar Pedagang cabai itu.
Sama seperti Anto, Novi yang juga pedagang cabai mengaku bahwa Dampak yang ia rasakan ialah berkurangnya pembeli dan harga cabai pun anjlok.
"Setelah terjadinya wabah Corona ini pembeli berkurang dan omset saya menurun drastis, Harga cabai yang kemarin (sebelum adanya Covid-19) pernah mencapai Rp.40.000,- an saat ini di kisaran Rp.22.000'- ," tutupnya. (Mic)
- 91 views
Facebook comments