Bupati Karo : Bijak dan Cerdaslah bermedsos
KARO, TuntasOnline.Com -
Bupati Karo Terkelin Brahmana SH MH kembali mengingatkan hati hati dalam bermedsos dalam menyampaikan informasi yang kebenarannya belum tentu 100 % benar, apalagi menyangkut virus Corona (Covid-19) ini dapat menimbulkan pro-kontra keresahan, ketakutan dan kegaduhan dikalangan masyarakat dan khusus bagi keluarga pasien merasa cemas serta bisa keberatan, ketika membaca status tersebut dan ujungnya dapat berurusan dengan hukum.
Demikian disampaikan bupati karo Terkelin Brahmana, SH, MH didampingi Kepala Bappeda Ir Nasib Sianturi, Msi, Selasa (17/4/2020) pukul 09.30 wib disela sela saat mengikuti Rapat Musrenbang RKPD kabupaten Karo di Aula lantai 3 kantor Bupati.
Menurut Terkelin, saat Situasi merebaknya pandemi yang menakutkan seluruh dunia, agar jangan sesuja hati kita memposting di beranda Akun Medsos facebook dengan mengatakan seseorang itu terduga terpapar virus Corona (Covid-19), hal ini bisa membuat kegaduhan karena simpang siurnya berita yang disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.
Terkelin mengatakan pemerintah daerah kabupaten Karo sudah mengeluarkan 7 intruksi dalam penanganan Virus Corona salah satunya jangan pernah berlebihan menyampaikan informasi kepada khalayak ramai yang kebenarannya belum jelas, tapi tetap lah tenang dan jangan panik, percayalah kepada sumber yang menangani diagnosa pasien.
"Bijak dan cerdaslah bermedsos," tegasnya.
Terpisah, Dirut RSUD Kabanjahe dr Arjuna Wijaya membantah isu yang berkembang di media sosial salah satu beranda akun di Facebook inisial HKK yang menulis narasi seperti ini "Hasil diagnosa dokter di Rumah Sakit Amanda, malam ini seorang pasien duga terjangkit virus Covid-19 pasien atas nama berinisial R. Sembiring (19) pekerjaan mahasiswi di Jogja, asal Seribudolok kabupaten Simalungun, dirujuk dari RS Amanda Berastagi ke Rumah Sakit umum Kabanjahe, Senin 16 Feb 2020 pukul 23:50," tuturnya.
Perawat dan Tim medis di RS umum Kabanjahe tampak kalangkabut dan bingung. Tak tau harus berbuat apa karena alat perlengkapan untuk pengaman diri masih belum ada tersedia.
Menurut Arjuna, terlampau dini akun tersebut menyimpulkan dan menyebarkan informasi yang dapat merugikan keluarga pasien dan khalayak ramai, sebab khususnya masyarakat kabupaten Karo dan masyarkat luar menimbulkan kekhawatiran dan rasa cemas datang ke karo untuk berwisata.
Arjuna mengaku, ada pasien diterima dari Rumah Sakit Amanda senen(16/3/2020) inisal RS (19) pekerjaan mahasiswa jogja, alamat desa Seribu Dolok kabupaten Simalungun, namun bukan terpapar virus Corona (Covid-19) seperti yang diisukan.
"Hasil diagnosa pasien tersebut sudah 5 hari sakit dan demam sehingga kita lakukan assessment. Ternyata pasien positif Penyakit DBD (demam berdarah) bukan terpapar virus Corona," tegas Arjuna
Lanjutnya, pasien sampai sekarang masih kita rawat inap di RSUD kabanjahe, ini berita kita lurusken agar masyarakat jangan percaya perguncingan menjadi suatu asumsi, menjadi pendapat, kemudian pendapat menjadi kesimpulan dan dijadikan alat bukti.
Arjuna menilai dan menyayangkan sikap seseorang di medsos berprasangka buruk, dan menuding tim medis di RSUD kelabakan dan bingung.
"Ini jelas bombastis padahal kita selaku pelayan kesehatan ada SOP (standar operasional prosedur) penanganan pasien, siapa pun yang datang berobat kita tidak pernah panik dan bingung semua sudah sistem penanganan pasien berobat," terangnya.(RT/TO)
- 76 views
Facebook comments