Alasan Butuh Uang, Pemuda Timur Indah Rekayasa Kabar Pembegalan
Bengkulu, Tuntasonline.com - Rekayasa berita dan mengaku jadi korban pembegalan bersama adiknya di Danau Dendam Tak Sudah Kota Bengkulu serta mengaku adiknya dibacok pada bagian lengan menggunakan senjata tajam oleh pelaku begal pada Jumat (27/12/2019) sekira pukul 00.30, pemuda Timur Indah diamankan oleh Tim Kepolisian Resort (Polres) Bengkulu.
Yoga Bagus Wara (25) ternyata memberikan klarifikasi palsu kepada awak media dan videonya yang sempat viral ternyata cerita bohong yang dibuat olehnya sendiri.
Kebohongannya terungkap ketika awak media mencoba mengonfirmasi pihak kepolisian terkait kejadian tersebut karena sebelumnya Yoga mengaku telah melapor ke Polres Bengkulu.
Kemudian wartawan mencoba menghubungi Yoga melalui via telepon namun Yoga tak kunjung memberikan jawaban. Selanjutnya wartawan berinisiatif mendatangi tempat tinggalnya.
Kecurigaan mulai muncul ketika tak berselang lama Tim Buser Polres Bengkulu datang ke rumah Yoga. Disitu wartawan menyimpulkan berarti Yoga belum melapor ke pihak kepolisian seperti yang diceritakan sebelumnya. Selanjutnya, kecurigaan semakin kuat ketika wartawan menghubungi orang tua Yoga dan mendatangi RS DKT dan ternyata pihak rumah sakit menyatakan tidak ada nama adiknya tersebut maupun menerima pasien yang mengalami luka bacok.
Setelah didalami, Yoga baru mengakui bahwa apa yang telah disampaikan kepada awak media menjadi korban pembegalan bersama adiknya di media merupakan rekayasa yang dibuatnya.
Kebohongan tersebut dilakukan agar dirinya tidak menyetorkan uang Rp. 5.500.000 hasil penjualan sepeda motor diduga bodong itu kepada orang yang menyuruhnya.
“Saya Yoga yang mengaku ke begal di Danau Dendam pada Jumat (27/12/2019) sekira pukul 00.30 WIB itu adalah bohong. Alasan saya melakukan itu karena saya butuh uang. Kepada Polda, Polres, Polsek, Pemerintah dan seluruh masyarakat saya minta maaf atas berita saya. Saya berjanji tidak akan mengulangi lagi apa yang saya perbuat dan merugikan masyarakat lagi,” jelas Yoga, Sabtu (28/12/2019).
Kemudian Yoga mengaku tidak mengenal orang tersebut dan hanya disuruh mengantar motor itu dan bertemu dengan pembelinya yang merupakan link dari orang yang menyuruhnya di Nakau Kota Bengkulu tepatnya di kawasan bagunan ruko baru simpang Nakau pada Jumat (27/12/2019) sekira pukul 00.30 WIB.
Setelah motor sudah diantar, dirinya langsung pulang dengan temannya dan timbul ide untuk membuat rekayasa cerita bohong.
“Aku berpikiran mengaku jadi korban begal karena aku butuh duit itu tadi biar aku gak setoran sama yang punya motor, aku gak tau jelasnya itu motor curian atau bukan. Aku ngomong perlu duit terus disuruh jualkan motor itu,” tambah Yoga.
Selain untuk membayar hutang, ternyata uang yang digelapkannya itu digunakan untuk berfoya-foya minum-minuman keras dan pergi ke lokalisasi.
Sementara itu, saat dikonfirmasi pihak kepolisian belum mau memberikan keterangan yang lengkap, pihaknya akan menahan tersangka penyebar berita hoax tersebut.
“Sementara ini kita amankan dulu untuk kita periksa,” terang Kasat Reskrim Polres Bengkulu AKP Indramawan Kusuma Trisna.
Hingga saat ini, Yoga masih dalam penahanan dan kasusnya sedang dalam pendalaman untuk mencari tahu orang yang menyuruhnya menjual sepeda motor tersebut serta bukti-bukti kepemilikan sepeda motor bodong yang telah dijualnya. (SR)
- 233 views
Facebook comments