Seniman Mengajar Di Batu Karang Angkat Budaya Lokal
Karo, TuntasOnline.Com - Tahun 2019 adalah tahun ketiga diselenggarakannya kegiatan Seniman Mengajar oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
Panitia Seniman Mengajar, Jabatin Bangun kepada wartawan Minggu(04/08) mengatakan Kegiatan ini dimulai sejak tahun 2017 lalu dengan tujuan sebagai upaya revitalisasi kesenian atau ekspresi budaya setempat.
Terbentuknya ketertarikan masyarakat dalam memanfaatkan seni, baik secara kultural maupun komersial, sampai mendokumentasikan kegiatan budaya setempat. Tahun ini terpilih 50 seniman yang akan berbagi di seluruh wilayah di Indonesia seperti Batu Karang, Karo Muaro Jambi, Larantuka, Lombok, sampai Sentani-Papua.
Masing-masing wilayah akan dibentuk kelompok yang terdiri dari empat sampai lima seniman yang ditugaskan untuk mengembangkan budaya di wilayah mereka masing-masing. Batu Karang ,kec.Payung Tanah Karo merupakan satu-satunya wilayah di Sumatera Utara yang dipilih untuk menyelenggarakan kegiatan Seniman Mengajar," tutur Jabatin.
Lanjutnya, Tim Seniman Mengajar di wilayah Batu Karang, Tanah Karo adalah Brevin Tarigan, Medan (Seni Musik), Neni Munthi Rima Sembiring, Jakarta (Seni Media), Amri Thoha Abdillah, Yogyakarta (Seni Rupa), dan Deky Prasetya, Kalimantan (Seni Tari).
Pelaksanaan kegiatan Seniman Mengajar dimulai dengan audensi atau mengunjungi kantor Bupati Karo (26/07/2019).
Pertemuan ini bertujuan untuk membuka diskusi dengan Wakil Bupati Karo, Cory S Br Sebayang tentang kegiatan Seniman Mengajar. Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan, Dr Edi Suranta M. Pd, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Robert Billy Perangin-angin, M.Si, serta Anggota DPRD Karo John Karya Sukatendel, M.Sn.
Diskusi tersebut menyimpulkan bahwa Wakil Bupati Karo Cory Br Sebayang sangat mendukung kegiatan ini dan berharap kegiatan tersebut dapat juga dilakukan di wilayah terdampak lainnya selain Batu Karang, Tanah Karo.
Wilayah yang terdampak bencana memang masuk dalam kategori tempat diselenggarakannya kegiatan Seniman Mengajar, termasuk Batu Karang. Bencana Sinabung yang belum kunjung berhenti, membuat beberapa perubahan Batu Karang termasuk kondisi alam dan masyarakatnya, sehingga progam Seniman Mengajar ini dianggap dapat membuka kembali ruang-ruang kesenian di Batu Karang sehingga mampu mengangkat potensi budaya lokal ke nasional.
Masing-masing seniman tersebut mempunyai program khusus dan berbeda antara personal, hal ini dimaksudkan agar dapat mengakomodir tiap kegaiatan di wilayah kegiatan. Seni musik dan tari diharapkan mampu mengembangkan musik dan tarian tradisional Karo. Seni media dapat mengembangkan radio komunitas (rakom) di Batu Karang yang sudah lama tidak On Air lagi
"Seni rupa juga akan berkontribusi untuk mengangkat kembali kesenian rupa Karo yang semakin jarang dikenal dan digunakan," urainya.
Lanjut Jabatin, Para seniman tersebut akan berada di Batu Karang mulai 26 Juli-5 September, lebih kurang 45 hari untuk menjalankan program Seniman Mengajar. Mereka akan mengumpulkan data data terlebih dahulu dari beberapa narasumber di Batu Karang, sampai kemudian mulai menyelenggarakan program Seniman Mengajar tersebut.
Program tersebut merupakan satu ajang kolaborasi dan berbagi pengetahuan antara seniman dan masyarakat lokal untuk menghidupkan kembali budaya mereka.
Di akhir program, para seniman tersebut juga ingin melaksanakan sebuah kegiatan atau festival kecil yang akan dilakukan di desa Batu Karang, Kecamatan Payung Kabupaten Karo. Kegiatan tersebut dapat berupa pertunjukan musik dan tari serta kegiatan pameran seni media dan rupa. Meskipun pelaksanaan program Seniman Mengajar tidak terlalu lama, namun harapannya budaya lokal dan tradisi Karo terus bertahan lama dan semakin disegani," jelas Jabatin Bangun.(Rekro Trgn)
- 133 views
Facebook comments